Kamis, 31 Januari 2013

DASAR ALIRAN WAHABI YG MENYATAKAN BHW ALLOH ITU DILANGIT BERTENTANGAN DENGAN ASWAJA



Ayat ini yang dijadikan dalil orang2 salafi wahabi untuk menetapkan Allah dilangit.
padahal yang benar adalah Allah Ada Tanpa tempat

yaitu surat Al-Mulk ayat 16 dan 17

16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?,

17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?

Mari kita lihat tafsirnya Syeh Nawawiy alBantani dalam tafsir Munirnya juz 2 hal 390

Tafsir Munir Juz 2 hal 390 cetakan Dar Al-Ilmi Surabaya :

قال العلامة الشيخ محمد نووي الجاوي في قوله تعالى أأمنتم من فى السماء ان يخسف بكم الأرض (الملك ١٦): وهو متعال عن المكان

Syaikh Muhammad Nawawiy Al-Jawiy dalam menafsiri surat Al-Mulk ayat 16 tersebut mengatakan : Dan Ia (Allah ) Maha Luhur dari tempat. Artinya Allah Ada tanpa bertempat

Kemudian pada ayat yang ke 17 beliau mengatakan :

( أم أمنتم من فى السماء ) أى بل أأمنتم أيها المكذبون من تزعمون انه فى السماء وهو منزه عن المكان

(17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit) Yakni akan tetapi apakah kamu merasa aman wahai para pendusta terhadap Allah yang engkau sangka bahwa sesungguhnya Ia Ada dilangit sedangkan Ia (Allah) Maha Suci dari Tempat. Artinya Allah ada tanpa bertempat

Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa Allah Ada tanpa tempat , adapun keyakinan bahwa Allah ada dilangit adalah keyakinan orang-orang kafir

NASEHAT SYAIKH MUHAMMAD NAWAWI AL-BANTANI

Syaikh Nawawi Al Bantaniy : Empat perkara yang harus ditinggalkan untuk mencapai sempurnanya Iman

قال الشيخ الإمام الفاضل أبو عبد المعطى محمد نووي الجاوي فى كتابه كاشفة السجا فى صحيفة ٩ ما نصه : من ترك أربع كلمات كمل إيمانه أين و كيف و متى و كم فإن قال لك قائل أين الله فجوابه ليس في مكان و لا يمر عليه زمان و إن قال لك قائل كيف الله فقل ليس كمثله شيء و إن قال لك قائل متى الله فقل له أول بلا ابتداء و أخر بلا انتهاء و إن قال لك قائل كم الله فقل له واحد لا من قلة قل هو الله أحد

Asy-Syaikh Al-Imam Al-Fadlil Abu 'Abdil Mu'thi Muhammad Nawawiy Al-Jawiy dalam kitabnya Kasyifatu ssaja halaman 9 mengatakan: Barang siapa meninggalkan Empat Kalimat maka imannya sempurna , 1. Ayna (dimana) 2. Kaifa (bagaimana) 3. Mata (kapan) 4. Kam (berapa) , Maka jika seseorang bertanya Di Mana Allah maka jawabnya Allah Tidak bertempat dan tidak berlaku atasNya waktu , Jika seseorang bertanya kepadamu Bagaimana Allah maka katakan padanya Tak ada sesuatu apapun yang menyerupai Allah , Jika seseoranng bertanya kepadamu Kapan Allah maka katakan padanya Allah Ada tanpa permulaan dan tanpa akhiran , Jika seseorang bertanya kepadamu Berapa Allah maka katakan kepadanya Allah Maha Esa / Wahid (bukan bilangan) bukan karena sedikit , Katakan Ia adalah Allah yang Maha Esa (Ada tanpa Sekutu / yang menyerupai)

 27 Desember 2012

Penulis : Timur Lenk krong ,Ref :kitab kasyifatussaja dan tafsir munir keduanya karya Asy-Syaikh Al-Imam Al-Fadlil Abu 'Abdil Mu'thi Muhammad Nawawiy Al-Jawiy Al-Bantani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan dikomentari

Lencana Facebook

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Blog ini?

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

MOTTO

Kami tidak malu menerima saran & kritik anda...