Jumat, 27 Juni 2014

FATWA PENGHARAMAN SYIAH DI WILAYAH PERSEKUTUAN KUALA LUMPUR, PUTRAJAYA DAN LABUAN Read

Bismillahirrohmaanirrohim



Mesyuarat Jawatankuasa Perundingan Hukum Syarak Wilayah Persekutuan kali ke yang diadakan pada  telah membincangkan hukum. Mesyuarat telah memutuskan seperti berikut:

i. Berdasarkan fakta-fakta yang dikemukakan, mesyuarat bersetuju menerima keputusan muzakarah khas Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia pada 3 Mei 1996 seperti berikut :

a) Memansuhkan keputusan muzakarah Jawatankuasa Fatwa pada 24 dan 25 September 1984 yang menyatakan ' bahawa hanya mazhab syiah dari golongan Al-Zaidiah dan Ja"fariah yang diterima untuk di "amalkan di Malaysia ',

b) Menetapkan bahawa umat Islam di Malaysia hendaklah hanya mengikut ajaran Islam yang berasaskan pegangan Ahli Sunnah Wal-Jamaah dari segi "aqidah, syari"ah dan akhlaq.

c) Menyokong dan menerima cadangan pindaan perlembagaaan Persekutuan dan Perlembagaan negeri-negeri supaya memperuntukkan dengan nyata bahawa agama bagi persekutuan dan negeri-negeri hendaklah agama Islam yang berasaskan pegangan Ahli Sunnah Wal-Jama"ah dari segi "aqidah, syari"ah dan akhlaq.

d) Memperakukan pindaan kepada semua undang-undang negeri yang berhubung dengan hukum syarak bagi menyelaraskan ta"rif "hukum syarak" atau "undang-undang" Islam seperti berikut :

'Hukum Syarak' atau 'Undang-Undang Islam ' ertinya undang-undang Islam yang berasaskan pegangan Ahli Sunnah Wal-Jama"ah dari segi aqidah, syari"ah dan akhlaq.

e) Memperakukan bahawa ajaran Islam yang lain daripada pegangan Ahli Sunnah Wal-Jama"ah adalah bercanggah dengan hukum syarak dan undang-undang Islam dan dengan demikian penyebaran apa-apa ajaran yang lain daripada pegangan Ahli Sunnah Wal-Jama"ah adalah dilarang.

f) Menetapkan bahawa semua umat Islam warganegara ini adalah tertakluk kepada undang-undang Islam dan Hukum syarak yang berasaskan pegangan kepada ajaran Ahli Sunnah Wal-Jama"ah sahaja.

g) Menetapkan bahawa penerbitan, penyebaran dan penyebaran apa-apa buku, risalah, filem video dan lain-lain yang berkaitan dengan ajaran Islam yang bertentangan dengan pegangan Ahli Sunnah Wal-Jama"ah adalah diharamkan.

II. Bersetuju supaya keputusan fatwa ini diwartakan segera.

Status Penwartaan : Diwartakan
Tarikh Diwartakan : 30 Jan, 1997
Nombor Rujukan : JAWI/A/145; PN. (PU²)530/II
Akta/Enakmen : Seksyen 34 – Akta Pentadbiran Undang-Undang Islam (Wilayah – Wilayah Persekutuan) 1993



Sumber :
http://www.penaminang.com/2013/07/fatwa-pengharaman-syiah-di-wilayah.html#axzz35tjDltHo

Rabu, 25 Juni 2014

Makna Taat pada Ulil Amri dalam QS. An-Nisa: 59

Bismillahirrohmaanirrohim


Oleh: Dani Hamdani

Alloh berfirman :

Apa makna QS. An-Nisa: 59 tersebut?
Apa makna taat kepada Allah, kepada Rasul SAW, dan kepada Ulil Amri dalam ayat tersebut?
Apakah suatu keharusan (baca: mutlak) taat kepada Ulil Amri?
Apa makna ‘Ulil Amri’ dalam ayat tersebut?
Apakah makna ‘Ulil Amri’ merupakan satu-satunya pemimpin dalam satu jamaah tertentu?
Allah berfirman:


Yaa ayyuhalladziina aamanuu athii’ullaha wa athii’urrasuula wa uulil amri minkum, fain tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaha warrasuuli inkuntum tu-minuuna billahi walyaumil aakhiri, dzalika khairun wa-ahsanu ta-wiila.
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan Ulil Amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59)
Tentang Ayat Ini
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata tentang firman-Nya, “Taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri di antara kamu.” Ayat ini turun berkenaan dengan ‘Abdullah bin Hudzafah bin Qais bin ‘Adi, ketika diutus oleh Rasulullah di dalam satu pasukan khusus. Demikianlah yang dikeluarkan oleh seluruh jama’ah kecuali Ibnu Majah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Ali, ia berkata: “Rasulullah SAW mengutus satu pasukan khusus dan mengangkat salah seorang Anshar menjadi komandan mereka. Tatkala mereka telah keluar, maka ia marah kepada mereka dalam suatu masalah, lalu ia berkata, ‘Bukanlah Rasulullah SAW memerintahkan kalian untuk mentaatiku?’ Mereka menjawab, ‘Betul.’ Dia berkata lagi, ‘Kumpulkanlah untukku kayu bakar oleh kalian.’ Kemudian ia meminta api, lalu ia membakrnya, dan ia berkata, ‘Aku berkeinginan keras agar kalian masuk ke dalamnya.’ Maka seorang pemuda diantara mereka berkata. ‘Sebaiknya kalian lari menuju Rasulullah SAW dari api ini. Maka jangan terburu-buru (mengambil keputusan) sampai kalian bertemu dengan Rasullah SAW. Jika beliau perintahkan kalian untuk masuk ke dalamnya, maka masuklah.’ Lalu mereka kembali kepada Rasulullah SAW dan mengabarkan tentang hal itu. Maka Rasulullah pun bersabda kepada mereka, ‘Seandainya kalian masuk ke dalam api itu, niscaya kalian tidak akan keluar lagi selama-lamanya. Ketaatan itu hanya pada yang ma’ruf.” (HR. Bukhari-Muslim dari hadits Al-A’masy)
Dalam hadits di atas, Rasulullah SAW sudah memberi batasan kepada kita, bahwasannya ketaatan hanya pada yang ma’ruf, dan bukannya pada yang tidak ma’ruf.
Makna Ulil Amri
‘Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan, dari Ibnu ‘Abbas bahwa, “Wa uulil amri minkum” (Dan Ulil Amri di antara kamu), maknanya adalah ahli fiqh dan ahli agama. Sedangkan menurut Mujahid, ‘Atha, Al-Hasan Bashri dan Abul ‘Aliyah-begitu pula Ibnu Qayyim Al-Jauziyah-, bermakna ulama. Ibnu Katsir menambahkan, “Yang jelas bahwa Ulil Amri itu umum mencakup setiap pemegang urusan, baik umara maupun ulama.”
Ibnu Qayyim dalam I’lamul Muwaqi’in mengatakan, “Allah SWT memerintahkan manusia agar taat kepada Ulil Amri, dan Ulil Amri itu tidak lain adalah ulama, akan tetapi diartikan juga sebagai umara (pemerintah/tokoh formal masyarakat).”
Jadi, tidaklah benar ‘Ulil Amri’ bermakna satu-satunya pemimimpin dalam satu jamaah tertentu.
Ibnu Katsir berkata, “Ayat di atas (QS. An-Nisa: 59) adalah perintah untuk mentaati ulama dan umara. Untuk itu Allah berfirman, ‘Taatlah kepada Allah,’ yaitu ikutilah Kitab-Nya (Al-Qur’an), ‘Dan taatlah kepada Rasul,’ yaitu peganglah Sunnahnya, ‘Dan Ulil Amri di antara kamu,’ yaitu pada apa yang mereka perintahkan kepada kalian dalam rangka taat kepada Allah, bukan dalam maksiat kepada-Nya. Karena, tidak berlaku ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah.”
Artinya taat kepada Ulil Amri ada batasannya, berbeda dengan taat kepada Allah dan Rasul-Nya yang merupakan sesuatu yang mutlak.
Larangan Taqlid pada Ulil Amri
Ibnu Qayyim meneruskan dalam kitabnya tersebut, bahwasannya makna taat kepada Ulil Amri adalah bertaqlid kepada apa yang mereka fatwakan. Akan tetapi hal yang tidak dimengerti oleh orang-orang yang taqlid adalah bahwa Ulil Amri-seharusnya-hanya ditaati apabila tidak keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Para ulama dalam hal ini hanya berfungsi sebagai mediator (penyampai perintah dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat), sementara Umara memegang peranan sebagai fasilitator demi kelancarannya. oleh karena itu, ketaatan kepada mereka merupakan bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Di bagian mana dalam ayat ini yang menunjukkan prioritas pendapat para ulama atas Sunnah Rasulullah SAW, dan anjuran untuk bertaqlid kepada pendapat-pendapat itu?
Ibnu Qayyim meneruskan, bahwa sesungguhnya ayat yang membicarakan tentang ketaatan kepada Ulil Amri adalah alasan yang paling kuat untuk membantah dan memperjelas kekeliruan taqlid. Kekeliruan tersebut dapat dilihat dari beberapa sisi:
Pertama, perintah taat kepada Allah adalah perintah untuk melakukan segala apa yang diperintahkannya, dan menjauhi segala apa yang dilarangnya.
Kedua, Ketaatan kepada Rasul SAW. Dua bentuk ketaatan ini tidak akan dapat ditunaikan oleh seorang hamba kecuali dengan mengenal dan tahu persis apa yang diperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mengetahui perintah-perintah Allah dan hanya bertaqlid kepada Ulil Amri, niscaya ia tidak mungkin mewujudkan ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Ketiga, Di dalam sebuah riwayat ditemukan larangan untuk bertaqlid kepada Ulil Amri, sebagaimana terdapat dalam riwayat yang bersumber dari Mu’adz bin Jabal, Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas dan lain-lain dari kalangan sahabat. Teks riwayat itu telah kita ketahui dari 4 Imam besar Al-Matbu’ (yang diikuti).
Keempat, Allah SWT berfirman, “Apabila kalian berselisih dalam sebuah urusan, maka kembalikanlah hal itu kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul-Nya (Sunnahnya), sekiranya kalian beriman kepada-Nya dan kepada hari kiamat.” (QS. An-Nisa: 59)
Ayat ini dengan tegas menyalahkan taqlid dan melarang untuk mengembalikan perselisihan pada pendapat seseorang atau pandangan satu madzhab tertentu.
Wallahu a-lam.

=============================
http://danihamdani.wordpress.com/

Selasa, 24 Juni 2014

Bismillahirrohmaanirrohim
Islamedia.co - Ketua Tim Hukum dan Advokasi Joko Widodo-Jusuf Kalla Trimedya Pandjaitan mengatakan jika kelak tokoh jagoannya menang dalam Pilpres tidak akan mendukung pemberlakukan perda yang beraroma syariat Islam. Bagi dia, Perda Syariat Islam bertentangan dengan Pancasila. "Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final," kata Trimedya di Kantor DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Lebih lanjut Trimedya mengatakan, Perda berbasis syariat Islam ini bisa mengganggu kemajemukan NKRI. Menurut dia, Perda Syariat dapat menciptaan pengotak-kotakan di dalam masyarakat.
"Ke depan kami berharap Perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat," terang Trimedya. Ia mengatakan khusus untuk Aceh tidak ada soal pemberlakukan syariat karena daerah otonomi khusus.
Ini Dia Ciri-ciri “Ustadz” Syiah
Sementara anggota Tim Advokasi Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Ahmad Yani mengatakan pernyataan Trimedya Pandjaitan menunjukkan tidak paham undang-undang. "Trimedya harus paham dulu UU No 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, UU Otonomi Daerah yang menyebutkan bagaimana menyerap hukum adat dan lokal yang menjadi bagian sistem hukum nasional," kata Yani.
Secara tegas Yani menyebut, gagasan yang digulirkan Joko-Kalla merupakan sikap anti-Islam. Padahal, kata Yani, kita sebagai bangsa tidak boleh antiagama apapun. "Kalau seperti itu sangat anti-Islam," tandas politikus PPP ini.
Ia menegaskan nilai-nilai Pancasila terkait dengan Ketuhanan Yang Maha Esa tercantum dalam Pasal 29 UUD 1945 yang memiliki semangat tidak ingin mempertentangkan antara agama dengan pancasila. "Spirit nilai Pancasila diilhami oleh nilai-nilai agama," tegas Yani.
Pernyataan Trimedya ini tentu mengejutkan dan berpotensi menyulut protes dari kelompok Islam di Indonesia. Karena dalam praktiknya tidak ada persoalan dalam penerbitan Perda Syariat Islam. Yang terpenting, Perda harus melalui prosedur pembentukan peraturan perundang-undangan dengan melibatkan DPRD sebagai perwujudan kedaulatan rakyat, tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta memiliki nilai kemanfaatan bagi publik.
Larangan Jokowi-JK tentu bermakna bias. Karena dalam praktiknya, di lapangan perda yang bernuansa agama tidak hanya didominasi Islam. Perda bernuansa agama non-Islam juga muncul seperti adanya perda yang mengatur tata cara penguburan mayat dan pesta adat di Tana Toraja juga muncul. Jika ingin fair, semestinya Jokowi-JK tidak hanya spesifik membidik Perda Syariat Islam.
Sepanjang 1999-2009 sedikitnya terdapat 151 perda yang bernuansa syariat Islam. Memang di beberapa daerah terdapat persoalan di lapangan. Namun ada juga perda yang bernuansa syariat Islam tidak menimbulkan persoalan di daerah. [inilah.com]

Forum Ulama Akhirnya Keluarkan Fatwa: Haram Hukumnya Memilih Jokowi-JK

Bismillahirrohmaanirrohim

Islamedia.co - Saturday, June 7, 2014

 Penolakan terhadap Jokowi-JK untuk menjadi presiden dan wakil presiden terus berlanjut. Kali ini berasal dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).

Ketua Forum Ulama Umat Indonesia(FUUI), KH Athian Ali Lc, MA. menegaskan haram memilih Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014/2019.
Forum Ulama Akhirnya Keluarkan Fatwa: Haram Hukumnya Memilih Jokowi-JK
Sebagaimana dikutip dari islampos.com, Secara tegas dan bertanggung jawab di hadapan Allah, Athian Ali menyatakan haram memilih calon presiden dan wakil presiden yang didukung oleh kekuatan anti Islam.

Kyai Athian mengatakan sikap anti Islam dari pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah cukup bagi para ulama untuk mengingatkan umat Islam menjelang Pemilihan presiden nanti.

Baginya, keadaan dua pasang calon presiden dan wakil presiden saat ini sudah hitam putih.

“Sampai saat ini, saya tidak pernah mendengar tim pemenangan Prabowo-Hatta menolak Perda Syariah. Justru manifesto agama Prabowo-Hatta mendukung syariah. Dalam manifesto itu jelas menolak penistaan dan penodaan agama. Oleh karena itu keadaan dua pasang calon presiden dan wakil presiden saat ini sudah hitam putih,” terangnya.

“Jadi jika ada ulama yang mendukung calon yang hitam, mungkin mata hatinya sudah gelap dan hubbuddun-ya (cinta dunia),” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Trimedya Panjaitan, di Kantor DPP PDIP menegaskan bahwa jika terpilih, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan melarang munculnya peraturan daerah baru yang berlandaskan syariat Islam. Namun, Trimedya memberikan pengecualian khusus untuk Aceh.

Trimedya menegaskan bahwa syariat Islam bertentangan dengan UUD 1945. “Ideologi PDIP Pancasila 1 Juni 1945. Pancasila sebagai sumber hukum sudah final. Bagi PDIP Pancasila sudah final.” [islampos/mh]

(nahimunkar.com)

- See more at: http://www.nahimunkar.com/forum-ulama-akhirnya-keluarkan-fatwa-haram-hukumnya-memilih-jokowi-jk/#sthash.ErfBTG5R.dpuf

Kamis, 12 Juni 2014

7 Macam Persahabatan, Hanya 1 Sampai Akhirat.

Bismillahirrohmaanirrohim


Beberapa Ragam Hubungan Persahabatan

1. "Ta'aruffan" persahabatan yang terjalin karena pernah berkenalan secara kebetulan, seperti pernah bertemu di kereta api, halte, rumah sakit, kantor pos, ATM, dan lainnya.

2. "Taariiihan" persahabatan yang terjalin karena faktor sejarah, misalnya teman sekampung, satu almamater, pernah kost bersama, diklat bersama, dan sebagainya.

3. "Ahammiyyatan" persahabatan yang terjalin karena faktor kepentingan tertentu, seperti bisnis, politik, boleh jadi juga karena ada maunya dan sebagainya.

4. "Faarihan" persahabatan yang terjalin karena faktor hobbi, seperti teman futsal, badminton, berburu, memancing, dan sebagainya.

5. "Amalan" persahabatan yang terjalin karena seprofesi, misalnya sama-sama guru, dokter dan sebagainya.

6. "Aduwwan" sahabat tetapi musuh, depan seolah baik tetapi sebenarnya hatinya penuh benci, menunggu, mengincar kejatuhan sahabatnya, "Bila kamu memperoleh ni'mat, ia benci, bila kamu tertimpa musibah, ia senang..." (QS 3:120).Rasulullah mengajarkan doa", Allahumma ya Allah selamatkanlah hamba dari sahabat yg bila melihat kebaikanku ia sembunyi tetapi bila melihat keburukanku ia sebarkan",

7. "Hubban Iimaanan", sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena ALLAH, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, bahkan diam-diam dipenghujung malam, ia doakan sahabatnya. Boleh jadi ia tidak bertemu tetapi ia cinta sahabatnya karena Allah Ta'ala.

Dari ke 7 macam persahabatan diatas, 1 - 6 akan sirna di Akhirat. yang tersisa hanya ikatan persahabatan yang ke 7, persahabatan yang dilakukan karena Allah (QS 49:10), "Teman-teman akrab pada hari itu (Qiyamat) menjadi musuh bagi yang lain kecuali persahabatan karena Ketaqwaan" (QS 43:67).

Wallahu a'lam bishshawab
https://www.facebook.com/notes/assyifaul-azkiya/persahabatan-abadi/338437159641991?comment_id=338451416307232&offset=0&total_comments=15&notif_t=note_reply

Hukum Shalat Tasbih Berjamaah

Bismillahirrohmaanirrohim
Hukum shalat tasbih berjamaah
Hukum shalat tasbih berjamaah

Pertanyaan :
Salah satu amalan yang lazim di kerjakan oleh kaum muslimin pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat sunat tasbih yang umumnya di kerjakan secara berjamaah, padahal shalat tasbih tidaklah termasuk dalam shalat sunat yang di syariatkan berjamaah!

Bagaimanakah hukumnya melaksanakan shalat sunat tasbih secara berjamaah ?


Jawaban:Shalat tasbih tidak termasuk dalam shalat sunat yang di syariatkan di kerjakan secara berjamaah. Namun boleh saja di kerjakan secara berjamaah tetapi tidak mendapat pahala jamaah kecuali bila bermaksud untuk mengajarkan dan mengajak masyarakat awam untuk melaksanakan shalat tasbih maka perbuatan tersebut mendapat pahala kebaikan juga. Sebagaimana keadaan saat ini bila bukan di kerjakan secara berjamaah bersama-sama, masyarakat awam tidak akan pernah mau melaksanakan shalat tasbih.Bahkan menurut Imam Ibnu Qasim shalat tasbih berjamaah tersebut tetap di berikan pahala jamaah juga sebagaimana di kutip oleh Imam Ali Syibramalasi dalam Hasyiah Nihayatl Muhtaj.Akan tetapi bila di takutkan akan timbul persepsi bagi masyarakat awam bahwa shalat tasbih ini termasuk dalam shalat yang di syariatkan berjamaah maka pelaksanaan shalat tasbih secara berjamaah tidak di bolehkan. Referensi: Hasyiah Bujairimi `ala Syarh Minhaj Jilid 1 Hal 361 Dar Kutub Ilmiyah


. قوله: قسم لا تسن له جماعة) أي: دائما وأبدا بأن لم تسن له أصلا، أو تسن في بعض الأوقات كالوتر في رمضان، ولو صلى جماعة لم يكره، لكن لا ثواب فيها وحينئذ يقال لنا: جماعة لا ثواب فيها ح ل. وذهب سم إلى حصول ثواب الجماعة واعتمد شيخنا ح ف كلام ح ل ونقل ع ش عن سم على حج أنه يثاب عليها، وإن كان الأولى تركها، وهو بعيد اهـ وعبارة ع ش على م ر، واستشكل بأن خلاف الأولى منهي عنه والنهي يقتضي عدم الثواب إلا أن يقال: لم يرد بكونه خلاف الأولى كونه منهيا عنه، بل إنه خلاف الأفضل، أي فيكون في مقابلة فضل. وبدأ بهذا القسم مع أفضلية الثاني لتكرره كل يوم وتبعيته 
للفرائض، وراجع مشروعية النفل كانت في أي وقت. اهـ شوبري 


 Nihayatul Muhtaj dan Hasyiah Syibra Malasi Jilid 2 Hal 107 Dar Fikr

 صلاة النفل قسمان: قسم لا يسن جماعة) بنصبه على التمييز المحول عن نائب الفاعل: أي لا تسن فيه الجماعة، ولو صلي جماعة لم يكره لا على الحال لفساد المعنى، إذ مقتضاه نفي السنية حال الجماعة لا الانفراد، وهو غير صحيح قوله: ولو صلى جماعة لم يكره) أي ويثاب على ذلك. اهـ سم على حج بالمعنى. وهل الأولى ترك الجماعة فيه كما مر في اقتداء المستمع بالقارئ أو لا ويفرق؟ فيه نظر. والظاهر عدم الفرق فيكون فعلها في الجماعة خلاف الأولى، وقد يشعر به جعلها كذلك في صلاة الليل كما يفهم من قول المحلي في التراويح، ومقابل الأصح أن الانفراد بها أفضل كغيرها من صلاة الليل لكنه يشكل على كونه خلاف الأولى حصول الثواب فيها فإن
خلاف الأولى منهي عنه، والنهي يقتضي عدم الثواب، إلا أن يقال لم يرد بكونه خلاف الأولى كونه منهيا عنه بل إنه خلاف الأفضل
  Bughyatul Mustarsyidin Hal 67 Cet. syirkah Ma’arif, Bandung

 مسألة : ب ك) : تباح الجماعة في نحو الوتر والتسبيح فلا كراهة في ذلك ولا ثواب ، نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب ، وأي ثواب بالنية الحسنة ، فكما يباح الجهر في موضع الإسرار الذي هو مكروه للتعليم فأولى ما أصله الإباحة ، وكما يثاب في المباحات إذا قصد بها القربة كالتقوّي بالأكل على الطاعة ، هذا إذا لم يقترن بذلك محذور ، 
كنحو إيذاء أو اعتقاد العامة مشروعية الجماعة وإلا فلا ثواب بل يحرم ويمنع منها.
 
Tuhfatul Muhtaj Jilid 2 Hal 241 Dar Fikr
 صلاة النفل قسمان قسم لا يسن جماعة) تمييز محول عن نائب الفاعل لا حال لفساد المعنى إذ مقتضاه نفي سنيته حال 
الجماعة لا الانفراد وهو فاسد بل هو مسنون فيهما، والجائز بلا كراهة هو وقوع الجماعة فيه
 
Qaul Jamik an-Najih (Majmuk Sab’ah al-Kutub Mufidah) hal 172 Haramain
تتمة : وفى فتاوى الكردى رحمه الله تعالى ليست صلاة التسبيح من النفل الذى تشرع فيه الجماعة لكن مذهب الشافعى رضي الله عنه أن النفل الذى تشرع الجماعة فيه تسن الجماعة فيه ويثاب عليها زما لا فلا ولا يحصل فيه ثواب الجماعة لعدم مشروعيتها فيه ولكن ثواب النفل نفسه يحصل ولا ينقص منه شيء وليست الجماعة فيه مكروهة إذ لا يوجد فى مذهب الشافعى نقل تكره الجماعة فيه كما هو مقرر بل ان انضم إلى فعلها جماعة فصدا لتعليم العوام كان نورا على نور وأطال إلى أن قال نعم إن كان يخاف من فعله إقتداء العوام به فى ذلك واعتقادهم مشروعية الجماعة فى صلاة التسبيح فلا يبعد حينئذ جواز الإنكار بل وحوبه فى حق الأمر

Sumber :lbm MUDI mesra

Sabtu, 07 Juni 2014

Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci

Bismillahirrohmaanirrohim

Jika Bepergian Menunaikan Rukun Islam Yang Kelima Atau Biasa Kita Sebut HAJI, Ada Baik Nya Kita Mengetahui Tempat-Tempat Yang Selalu Di Idam - Idam Kan Oleh Jema,ah Haji.. Karena Tempat Tersebut Mempunyai Kharisma Tersendiri, Tempat - Tersebut Di percaya Oleh Jema,ah Haji Tempat  Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci

Nama+-+Nama+Tempat+Yang+Mustajab+Untuk+Berdoa+Di+Tanah+Suci



Di tanah suci, terdapat beberapa tempat yang memiliki keutamaan untuk melaksanakan ibadah dan mustajab untu berdoa. Bahkan, karena begitu tingginya keutamaan tesebut, banyak orang yang direkomendasikan untuk berdoa di tempat tersebut dengan harapan doanya bisa dikabulkan.


Berikut Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci :

1. Masjidil Haram

2. Multazam
3. Maqam Ibrahim

4. Hijir Ismail
5. Sudut Yamani
6. Shafa dan Marwa
7. Masjid Nabawi dan Raudhah
8. Rumahku dan Mimbar Rasulullah saw 
 Berikut Tentang Penjelasannya :

1. Masjidil Haram

“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (HR. Ibnu Majah)

2. Multazam

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

3. Maqam Ibrahim

Dalam Kitabnya, Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di sana”.

4. Hijir Ismail

Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekkah. Kemudian Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.

Ya, itulah salah satu keistimewaan dari Hijir Ismail. Tempat yang terletak antara rukun Syamin dan rukun iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Di sinilah Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim berbentuk setengah lingkaran.

Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Hal ini telah diperjelas dengan hadits nabi saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a.

Dari Aisyah r.a. katanya, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya.” Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

Oleh sebab itu, jamaah haji yang melakukan thawaf juga harus mengitari bagian ini. Di samping itu, shalat di dalam Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Ka’bah.

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Dalam hal ini, amalan yang dilakukan adalah aman sunah, tidak ada hubungannya dengan rukun dan wajib haji atau umrah.

5. Sudut Yamani

Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, ‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Aamiin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al Manasik, Jilid II, hal. 985)

6. Shafa dan Marwa

Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)

7. Masjid Nabawi dan Raudhah

“Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Turmudzi)

Masjid Nabawi merupakan masjin Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjin Nabawi memiliki keitamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya.

“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram…”. (HR. Ibnu Majah)

Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).

Sementara itu, terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.

8. Rumahku dan Mimbar Rasulullah saw
Rasulullah saw bersabda:

“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim)

 Bagi Anda yang mempunyai hajat atau keinginan yang belum tercapai, berdoalah di tempat-tempat tersebut. Atas izin Allah swt, insya Allah doa Anda akan terkabul. Wallahu a’lam.

Demikian Lah  Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci
Terimakasih Atas Kunjungan Anda, Wasalam Dan Terimakasih..

Sumber :http://ilmuamalan.blogspot.com/

Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci

Bismillahirrohmaanirrohim

Jika Bepergian Menunaikan Rukun Islam Yang Kelima Atau Biasa Kita Sebut HAJI, Ada Baik Nya Kita Mengetahui Tempat-Tempat Yang Selalu Di Idam - Idam Kan Oleh Jema,ah Haji.. Karena Tempat Tersebut Mempunyai Kharisma Tersendiri, Tempat - Tersebut Di percaya Oleh Jema,ah Haji Tempat  Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci

Nama+-+Nama+Tempat+Yang+Mustajab+Untuk+Berdoa+Di+Tanah+Suci



Di tanah suci, terdapat beberapa tempat yang memiliki keutamaan untuk melaksanakan ibadah dan mustajab untu berdoa. Bahkan, karena begitu tingginya keutamaan tesebut, banyak orang yang direkomendasikan untuk berdoa di tempat tersebut dengan harapan doanya bisa dikabulkan.


Berikut Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci :

1. Masjidil Haram

2. Multazam
3. Maqam Ibrahim

4. Hijir Ismail
5. Sudut Yamani
6. Shafa dan Marwa
7. Masjid Nabawi dan Raudhah
8. Rumahku dan Mimbar Rasulullah saw 
 Berikut Tentang Penjelasannya :

1. Masjidil Haram

“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”. (HR. Ibnu Majah)

2. Multazam

Dari Ibnu Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Multazam adalah tempat dikabulkannya doa. Tidak ada satu pun doa seorang hamba di Multazam kecuali akan dikabulkan.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Tempat di antara sudut Ka’bah dan maqam Ibrahim adalah Multazam. Setiap orang sakit yang berdoa di sana pasti akan sembuh.” (HR. Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad Jilid V, hal. 347).

3. Maqam Ibrahim

Dalam Kitabnya, Qadhaya al Mar’ah fi al Hajj wa al Umrah, Dr. ‘Ablah Muhammad al Kahlawi menuliskan bahwa “di antara keutamaan Maqam Ibrahim ialah dikabulkannya setiap doa yang dipanjatkan di sana”.

4. Hijir Ismail

Diceritakan dalam kitab Fi Rihaabil Baitil Haram bahwa suatu hari Nabi Ismail menyampaikan keluhan kepada Allah SWT tentang panasnya kota Mekkah. Kemudian Allah swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ismail AS, “Sekarang Aku buka Hijirmu salah satu pintu surga yang dari pintu itu keluar hawa dingin untuk kamu sampai hari kiamat nanti”.

Ya, itulah salah satu keistimewaan dari Hijir Ismail. Tempat yang terletak antara rukun Syamin dan rukun iraqi ini dipercaya menjadi salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Di sinilah Nabi Ismail as pernah tinggal bersama ibunya, Siti Hajar, dan keduanya pun di makamkan di tempat ini. Hijir Ismail dipagari oleh tembok rendah yang disebut juga dengan al-Hatim berbentuk setengah lingkaran.

Hijir Ismail merupakan bagian dari Ka’bah. Hal ini telah diperjelas dengan hadits nabi saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a.

Dari Aisyah r.a. katanya, “Aku sangat ingin memasuki Ka’bah untuk melakukan shalat di dalamnya.” Rasulullah SAW membawa Siti Aisyah ke dalam Hijir Ismail sambil berkata, ”Shalatlah kamu di sini jika kamu ingin shalat di dalam Ka’bah, karena ini termasuk sebagian dari Ka’bah”.

Oleh sebab itu, jamaah haji yang melakukan thawaf juga harus mengitari bagian ini. Di samping itu, shalat di dalam Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Ka’bah.

Ibadah yang dapat dilakukan di dalam Hijir Ismail ialah melakukan shalat sunat, berdoa dan berzikir. Dalam hal ini, amalan yang dilakukan adalah aman sunah, tidak ada hubungannya dengan rukun dan wajib haji atau umrah.

5. Sudut Yamani

Diriwayatkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Ada 70 malaikat yang memegang rukun Yamani. Barangsiapa berdoa, ‘Ya Allah, berilah aku ampunan dan kesehatan di dalam agama, dunia, dan akhirat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jauhkanlah diri kami dari siksa api neraka’ maka 70 malaikat tersebut akan berkata, ‘Aamiin, kabulkanlah doanya’.” (HR. Ibnu Majah dalam Kitab Al Manasik, Jilid II, hal. 985)

6. Shafa dan Marwa

Diriwayatkan dari Jabir dari Abdullah bahwa Rasulullah saw pergi menuju Shafa hingga melihat Ka’bah, lalu mengucapkan kalimat tauhid, tahmid, dan takbir sebanyak tiga kali, kemudian berdoa sesuai dengan apa yang beliau kehendaki. (HR. An Nasa’i dalam Kitab Manasik al Hajj, Jilid V, hal. 241)

7. Masjid Nabawi dan Raudhah

“Siapa yang meninggal dunia di Madinah hendaknya dia menerimanya (dengan bahagia) karena tidak ada orang yang meninggal dunia di Madinah kecuali kelak aku akan memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ibnu Majah dan at-Turmudzi)

Masjid Nabawi merupakan masjin Nabi saw yang terletak di kota Madinah. Sebagaimana Masjidil Haram di Mekkah, Masjin Nabawi memiliki keitamaan yaitu melipatgandakan ganjaran shalat bagi mereka yang shalat di dalamnya.

“Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali shalat dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram…”. (HR. Ibnu Majah)

Orang yang mengerjakan shalat Arbain di Masjid Nabawi akan dicatat sebagai orang yang bebas dari neraka, siksa, dan kemunafikan (HR. Ahmad dan Ath Thabrani).

Sementara itu, terdapat sebuah tempat yang merupakan bagian dari Masjidil Haram dengan julukan taman surga. Tempat ini disebut dengan ar Raudhah. Ar Raudhah adalah ruang di antara Mimbar dan makam Rasulullah saw. Tentang keutamaan Raudhah tergambar dalam hadits berikut.

8. Rumahku dan Mimbar Rasulullah saw
Rasulullah saw bersabda:

“Tempat antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga.” (HR. Muslim)

 Bagi Anda yang mempunyai hajat atau keinginan yang belum tercapai, berdoalah di tempat-tempat tersebut. Atas izin Allah swt, insya Allah doa Anda akan terkabul. Wallahu a’lam.

Demikian Lah  Nama - Nama Tempat Yang Mustajab Untuk Berdoa Di Tanah Suci
Terimakasih Atas Kunjungan Anda, Wasalam Dan Terimakasih..

Kamis, 05 Juni 2014

HIKMAH MENCUKUR BULU KEMALUAN DARI SISI MEDIS : MENCEGAH TUMBUHNYA KUTU KEPITING

Bismillahirrohmaanirrohim



Dasarnya adalah hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Beliau mengatakan,

وقت لنا في قص الشارب وتقليم الأظفار ونتف الإبط وحلق العانة أن لا نترك أكثر من أربعين ليلة

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.”

(HR. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i)

Subhanallah, baru ini kami membaca tentang artikel tentang KUTU KEPITING yang dialami oleh sebagian orang. Ternyata kutu ini hidup dan berkembang biak di daerah yang berbulu lebat dan lembab. Kebanyakan orang yang mengalaminya pun yaitu orang yang jarang mencukur bulu kemaluan dan menjaga kebersihannya.

Seketika jadi teringat hadist Nabi diatas dan hikmah dibalik sunnah yang mulia ini.

Kutu kelamin (Pediculosis Pubis) atau sering disebut dengan kutu kepiting (crabs) adalah serangga parasit yang ditemukan terutama di daerah kemaluan atau alat kelamin manusia. Istilah kepiting diberikan karena tampilan mikroskopiknya yang menyerupai kepiting.

Kutu kemaluan berwarna abu-abu, oval, Arthropoda berkaki enam. Setiap 1 sampai 2 mm, membuat kutu kemaluan kecil dari kutu kepala, yang merupakan spesies yang berbeda. Kutu kemaluan bertelur (nits disebut) pada kasar rambut-rambut tubuh yaitu, kemaluan, rambut perianal, rambut paha, rambut perut dan rambut ketiak. Kutu dewasa hidup dengan menghisap darah dan tidak bergerak jauh dari telur mereka (Frenkl & Potts, 2007; Leone, 2007; Link, 2007)

Gejala infeksi kutu kelamin:

1. Gatal dan terbakar di daerah kemaluan

2. Gatal dapat menyebar karena kutu kelamin bergerak ke daerah basah lain dari tubuh seperti ketiak

3. Gatal akan memburuk pada malam hari

4. Menggaruk intens dan lama dapat mengakibatkan kulit terluka dan dapat menjadi terinfeksi oleh bakteri.

Sumber : Mengenal Konspirasi Yahudi dan Memperdalam Islam
Penulis : Redaksi Salam Dakwah
http://goo.gl/cRdllK

Rabu, 04 Juni 2014

TOLERANSI KEBABLASAN, MAHASISWA IAIN SEMARANG IKUT MISA DI GEREJA

Bismillahirrohmaanirrohim



---------

Kawan cobalah tengok wajah-wajah difoto ini, Anda tahu mereka ada yang berjilbab?

Ya, mereka adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Sunan Walisongo, Semarang yang ikut misa di gereja minggu kemarin.

Sumber langsung dari jemaah geraja mengatakan,

Perayaan Ekaristi berjalan seperti biasa dengan keistimewa kehadiran "para tamu" yang sedang belajar untuk tahu apa dan bagaimana itu Gereja Katolik. Kebetulan ritus tobat menggunakan cara percikan air suci "Asperges me". Maka sebelum percikan dimulai saya jelaskan kepada mereka, "Percikan air ini adalah percikan air suci. Bukan untuk baptisan melainkan untuk pembersihan. Kalau teman-teman mau sholat harus wudhlu terlebih dahulu, percikan air suci itu bisa dianggap wudhlu ala Katolik." Dan mereka pun mengikuti ritus percikan dengan tenang dan khusyuk.

Anda bisa lihat disini => https://www.facebook.com/photo.php?fbid=682777051759210&set=a.100531926650395.948.100000807643327&type=1

Toleransi bukan begini caranya kawan !!!

Silahkan sebarkan, siapa tahu orang tua dari mahasiswa ini bisa intropeksi diri. Kenapa anak-anak mereka menjadi aneh pemikirannya.

Sumber : Mengenal Konspirasi Yahudi dan Memperdalam Islam
http://goo.gl/cRdllK

Minggu, 01 Juni 2014

KODE POS KABUPATEN BANDUNG BARAT JAWA BARAT INDONESIA

Bismillahirrohmaanirrohim

KODE POS KABUPATEN BANDUNG BARAT JAWA BARAT INDONESIA

Daftar Kode Pos terlengkap Kelurahan di Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat Indonesia

Kelurahan / 
Desa
KecamatanKota / 
Kabupaten
ProvinsiKode Pos
Batujajar BaratBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
Batujajar TimurBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
BojonghaleuangBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
CangkorahBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
CikandeBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
CipangeranBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
GalanggangBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
GiriasihBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
GirimuktiBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
JatiBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
PangaubanBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
SagulingBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
SelacauBatujajarKab. Bandung BaratJawa Barat40561
CihampelasCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
CipatikCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
CitapenCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
MekarjayaCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
MekarmuktiCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
PatarumanCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
SingajayaCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
SituwangiCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
TanjungjayaCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
TanjungwangiCihampelasKab. Bandung BaratJawa Barat40562
CikalongCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
CipadaCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
CiptagumatiCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
Cisomang BaratCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
GanjarsariCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
KanangasariCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
MandalamuktiCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
MandalasariCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
MekarjayaCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
PuteranCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
RendeCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
TenjolautCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
WangunjayaCikalong WetanKab. Bandung BaratJawa Barat40556
BatulayangCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
BongasCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
BudiharjaCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
CililinCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
KaranganyarCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
KarangtanjungCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
KaryamuktiCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
KidangpananjungCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
MukapayungCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
NanggerangCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
RancapanggungCililinKab. Bandung BaratJawa Barat40562
CipatatCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
CiptaharjaCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
CirawamekarCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
CitatahCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
GunungmasigitCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
KertamuktiCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
MandalasariCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
MandalawangiCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
NyalindungCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
Rajamandala KulonCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
SarimuktiCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
SumurbandungCipatatKab. Bandung BaratJawa Barat40554
BojongmekarCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
CiharashasCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
CipeundeuyCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
CiroyomCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
JatimekarCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
MargalaksanaCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
MargaluyuCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
NanggelengCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
NyenangCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
SirnagalihCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
SirnarajaCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
SukahajiCipeundeuyKab. Bandung BaratJawa Barat40558
BaranangsiangCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
CibendaCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
Cicangkang HilirCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
CijambuCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
CijenukCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
CintaasihCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
CitalemCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
GirimuktiCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
KarangsariCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
MekarsariCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
NeglasariCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
SarinagenCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
SirnagalihCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
SukamulyaCipongkorKab. Bandung BaratJawa Barat40564
CipadaCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
JambudipaCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
KertawangiCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
PadaasihCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
PasirhalangCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
PasirlanguCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
SadangmekarCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
TugumuktiCisaruaKab. Bandung BaratJawa Barat40551
BunijayaGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
CelakGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
CilangariGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
GununghaluGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
SindangjayaGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
SirnajayaGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
SukasariGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
TamanjayaGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
WargasaluyuGununghaluKab. Bandung BaratJawa Barat40565
CibodasLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
CibogoLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
CikahuripanLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
CikidangLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
CikoleLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
GudangkahuripanLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
JayagiriLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
KayuambonLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
LangensariLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
LembangLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
MekarwangiLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
PagerwangiLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
SukajayaLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
SuntenjayaLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
WangunharjaLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
WangunsariLembangKab. Bandung BaratJawa Barat40391
BojongkonengNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
CilameNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
CimangguNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
CimaremeNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
GadobangkongNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
MargajayaNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
MekarsariNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
NgamprahNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
PakuhajiNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
SukataniNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
TanimulyaNgamprahKab. Bandung BaratJawa Barat40552
CempakamekarPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
CiburuyPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
CimerangPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
CipeundeuyPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
JayamekarPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
KertajayaPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
KertamulyaPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
LaksanamekarPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
PadalarangPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
TagogapuPadalarangKab. Bandung BaratJawa Barat40553
Cigugur GirangParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
CihanjuangParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
Cihanjuang RahayuParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
CihideungParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
CiwarugaParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
KaryawangiParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
SariwangiParongpongKab. Bandung BaratJawa Barat40559
BojongRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
BojongsalamRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
CibedugRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
CibitungRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
CicadasRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
CinengahRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
SukamanahRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
SukaresmiRonggaKab. Bandung BaratJawa Barat40566
BuninagaraSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
Cicangkang GirangSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
CikaduSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
CintakaryaSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
MekarwangiSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
PasirpogorSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
PuncaksariSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
Ranca SenggangSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
SindangkertaSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
WangunsariSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563
WeninggalihSindangkertaKab. Bandung BaratJawa Barat40563

Kode Pos Kecamatan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia


Sumber : http://zipcodeindonesia.blogspot.com/2011/12/kode-pos-kabupaten-bandung-barat.html#ixzz33OlClfJC

Lencana Facebook

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Blog ini?

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Ada kesalahan di dalam gadget ini

MOTTO

Kami tidak malu menerima saran & kritik anda...