Sabtu, 18 Januari 2014

Berobat Dengan Hipnotis: Ada Yang Haram, Ada Yang Boleh

Bismillahirrohmaanirrohim

Belakangan ini ilmu hipnotis mulai mencuat karena ada beberapa tokoh yang mengenalkan dan mempopulerkan kembali dalam bentuk hiburan dan pertunjukan. Kemudian salah satu tokoh juga mempromosikan metode pengobatan dengan hipnotis atau terapi dengan hipnotis. Misalnya terapi berhenti merokok dengan hipnotis, terapi menyembuhkan orang dengan rehabilitasi narkoba atau stroke dan lain-lain. Bagaimana hukumnya? Maka perlu dirinci:



1.jika hipnotis dengan kekuatan motivasi dan kata-kata yang indah serta mendukung

Maka ini tidak mengapa/boleh. Karena dalam syariat dikenal istilah Al-Fa’lu yaitu merasa optimis dan semangat (berhusnudzan kepada Allah) ketika ada momentum yang dia bisa jadikan penyemangat bagi dirinya misalnya kejadian yang baik atau perkataan yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ عَدْوَى ، وَلاَ طِيَرَةَ ، وَيُعْجِبُنِى الْفَأْلُ » . قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ قَالَ « كَلِمَةٌ طَيِّبَةٌ

“Tidak dibenarkan menganggap penyakit menular dengan sendirinya (tanpa ketentuan Allah) dan tidak dibenarkan beranggapan sial. Sedangkan al-fa’lu membuatkan takjub.” Para sahabat bertanya, “Apa itu al fa’lu?” beliau bersabda,“Kalimat yang baik thayyib.”[1]

Contoh lainya misalnya:

-Ketika hari pertama masuk kuliah, cuaca sangat cerah dan udara segar, maka dia optimis kuliahnya akan lancar (berhusnudzan kepada Allah)

-ketika sedang ada masalah kemudian ada temannya datang bernama “untung” maka dia optimis, sepertinya ada jalan keluar dari temannya.



2.hipnotis dengan bantuan jin atau setan

Maka jelas hukumnya haram. Untuk membedakannya biasanya dengan bantuan jin atau setan maka ada syarat-syarat tertentu yang harus dilakukan. Syarat-syarat tersebut biasanya berupa kesyirikan yang membuat pelakunya keluar dari agama Islam. Misalnya harus memberi sesaji atau mengucapkan perkataan syirik, berdoa kepada selain Allah atau memohon kepada selain Allah.

Berikut fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah (Komite dakwah di Saudi)

Pertanyaan:

السؤال : هل يجوز للمسلمين العلاج بالتنويم المغناطيسي ؟

Bolehkah bagi seorang muslim berobat dengan menggunakan hipnotis?
لقد أفتى علماؤنا المعاصرون بأن مسألة التنويم المغناطيسي لها علاقة باستخدام

الجن ، وبناء عليه فلابد من معرفة الأمرين التاليين :

أولا : لا يجوز الاستعانة بالجن وغيرهم من المخلوقات في معرفة المغيبات ، لا بدعائهم والتزلف إليهم ، ولا بغير ذلك ، بل ذلك شرك لأنه نوع من العبادة ، وقد أعلم الله عباده أن يخصوه بها فيقولوا : إياك نعبد وإياك نستعين . وثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال لابن عباس : ( إذا سألت فاسأل الله ، وإذا استعنت فاستعن بالله) رواه الترمذي (2516) { صححه الألباني في صحيح الترمذي (2043) } .

ثانيا : التنويم المغناطيسي ضرب من ضروب الكهانة باستخدام جني حتى يسلطه المنوم على المنوم فيتكلم بلسانه ويكسبه قوة على بعض الأعمال بالسيطرة عليه ، إن صدق الجني مع المنوم وكان طوعا له مقابل ما يتقرب به المنوم إليه ، ويجعل ذلك الجني المنوم طوع إرادة المنوم ، بما يطلبه من الأعمال أو الأخبار بمساعدة الجني له ، إن صدق ذلك الجني مع المنوم ، وعلى ذلك يكون استغلال التنويم المغناطيسي واتخاذه طريقا للدلالة على مكان سرقة أو ضالة أو علاج مريض أو القيام بأي عمل آخر بواسطة المنوم غير جائز ، بل هو شرك لما تقدم ، ولأنه التجاء إلى غير الله فيما هو من وراء الأسباب العادية التي جعلها سبحانه إلى المخلوقات وأباحها لهم . اهـ )

Para ulama masa kini memfatwakan bahwa hipnotis (umumnya) menggunakan bantuan jin. Berdasarkan hal ini maka perlu diperhatikan dua perkara:

1.tidak boleh menggunakan jin dan makhluk lain untuk mengetahui perkara gaib, baik dengan meminta atau memuji-muji mereka atau cara yang lain. Bakan hal tersebut adalah kesyirikan dalam ibadah. Sesungguhnya Allah telah mengajarkan hambanya agar mengkhususkan ibadah kepada Allah, sebagaimana doa (Al-Fatihah)

“kepadamulah kami menyembah dan kepadamulah kami memohon pertolongan”

Dan sebagaimana hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Ibnu Abbas

“jika engkau meminta, mintalah kepada Allah, jika engkau memohon istigatsah, mohonlah kepada Allah.”

2.hipnotis termasuk jenis perdukunan dengan batuan jin, bentuknya orang yang dihipnotis dikuasai oleh jin. Maka ia berbicara dan berbuat sebagian aktivitas sesuai dengan keinginan penghipnotis. Jika jin berhasil (mempengaruhi) maka ia akan meminta kompensasi sukarela yaitu taqarrub kepada jin. Oleh karena itu penggunaan hipnotis untuk menunjukkan (melalui orang yang dikusasi jin) benda yang dicuri, yang hilang atau menyembuhkan orang sakit atau melaksanakan kegiatan dengan bantuan penghipnotis maka hukumnya tidak boleh (haram). Bahkan termasuk kesyirikan karena berlindung dan memohon kepada selain Allah pada hal-hal yang diluar kebiasaan (hukum sebab-akibat) yang Allah takdirkan/tentukan pada mahluknya dan membolehkannya.[2]

Ref :
1.http://muslimafiyah.com/
2.

KUMPULAN KKATA-KATA MOTIVASI, NASEHAT BIJAK DAN HIKMAH

Bismillahirrohmaanirrohim

1. Murid yang hebat akan selalu memperhatikan kelebihan-kelebihan gurunya, dan guru yang hebat akan selalu memperhatikan kekurangan-kekurangan muridnya.
2.             Guru yang mengakui kekurangannya pada murid-muridnya berarti ia telah mengajarkan kejujuran serta kebijaksanaan yang “membumi” pada saat itu juga.
3.             Guru yang paling disukai murid-muridnya adalah guru yang selalu mampu menjawab segala pertanyaan-pertanyaan muridnya dengan jawaban sekaligus tindakan yang baik, benar, dan memuaskan pikiran serta hati murid-muridnya.
4.             Guru yg paling berhasil mendidik murid-muridnya adalah guru yg paling inspiratif. Ilmu dari seorang guru inspiratif akan dipahami murid-muridnya sebelum ia menyampaikannya.
5.             PELAJAR HEBAT itu tidak takut salah mencoba, tidak takut salah bicara, tidak takut atas segala atribut SALAH. Kalau masih takut salah, “SANG GURU KEHIDUPAN” TIDAK AKAN MEMBERIKAN HIKMAH DAN PENGALAMAN DI BALIK SEMUA PELAJARAN.
6.             Adakalanya orang pintar kalah dengan orang bodoh yang beruntung, tapi orang pintar sering beruntung daripada orang yang bodoh.
7.             Jangan bilang wanita itu “racun dunia” ataupun dgn sebutan kalimat-kalimat negatif lainnya. Setiap dilahirkan dari setiap wanita yaitu ibu kita, dialah satu-satunya wanita yg rela mengorbankan hidupnya untuk kita dan perhiasan terbaik dunia adalah istri sholehah, tentu wanita juga bukan…??
8.             Setiap perpisahan yg menyesakkan akan selalu diikuti dgn rindu yg syahdu, untuk itu aku tidak pernah menyesali akan setiap pertemuan.
9.             PUTUS CINTA pada hakikatnya mengajak kita mengalihkan hubungan dari percintaan yang egois dan mistis ini menjadi hubungan persaudaraan yang manis dan realistis.
10.         Konskwensi mayoritas dari idealisme akan selalu membawa ke alam kesendirian, namun orang-orang hebat dan terdepan pada setiap masanya mayoritas berasal dari kaum idealis sejati.
11.         Jadikan proses pencapaian sukses besarmu kelak dengan rangkaian-rangkaian sukses-sukses kecil yang telah anda bangun saat ini.
12.         Pertemuan yang dilanjulkan dengan perkenalan perkenalan, persahabatan, dan persaudaraan akan selalu menghasilkan yang terikat dalam tali silaturahmi.
13.         Butuh NASIONALISME oleh seluruh elemen bangsa dalam MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN, selanjutnya NASIONALISME tetap dibutuhkan untuk MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN yang telah diraihnya itu.
14.         Terbukalah kepada semua, maka tabir dunia akan menyingkap rahasia-rahasia besar untuk Anda.
15.         Putus asa dan putus usaha akan mengakhiri setiap perjuangan, dan ini adalah salah satu paket istimewa dari syetan.
16.         Fokus pada tindakan selalu akan menghasilkan, sedang terlalu fokus pada resiko bisa menggagalkan rencana.”Beranilah untuk bertindak dan belajar banyak. RESIKO itu akan selalu melahirkan PELAJARAN-PELAJARAN BARU, dan ia hanya ada di tengah-tengah TINDAKAN.
17.         Tetap RAMAH meskipun lagi MARAH untuk membuktikan bahwa kita tak terlalu lemah.
18.         Dengan membaca Al-qur’an serta berusaha memahami artinya insya Allaah dalam waktu instan mampu menetralisir segala warna kesedihan, kekecewaan, penyesalan, kecemasan, dan kekhawatiran menjadi satu warna KEDAMAIAN.
19.         Tidak ada presepsi yang sama persis bagi setiap manusia dalam menyikapi segalanya kecuali dibumbui dengan rasa saling menghargai dan menghormati di antara mereka.
 
20.         Hidup ini sangat indah untuk dijalani dengan penuh kesadaran, jadi sayang kalau setiap momennya kita biarkan begitu saja tanpa pelajaran dan pengalaman. Life is the best ways for anyone to do anything.
21.         Tingkat wawasan ilmu pengetahuan dan karakter seseorang tidak mutlak dipengaruhi oleh status tingkat pendidikannya, tapi mutlak karena efektifitas BELAJAR-nya. Lalu jadilah “Sarjana-Sarjana Sejati”, Profesor-Profesor Ahli” produk dari “Universitas Alam Semesta” ini.
22.         Saat ini aku kembali sangat rindu kepada ketiadaan, kehampaan, tanpa rasa, tanpa karsa, tanpa cita dan tanpa cinta, kembali larut dalam kuasa Sang Sumber Kehidupan, seperti dulu ketika aku belum dilahirkan.
23.         Hampir setiap kerusakan manusia berakar dari ketidakpuasan akan segala keadaan hidupnya.
24.         Yang paling kubenci adalah kebodohan-kebodohanku dan yang paling kusuka adalah keberuntungan-keberuntunganku.
25.         Bayang-bayang akan selalu berlawanan dengan arah datangnya cahaya. Dekatilah cahaya itu, semakin dekat engkau dengan sumber cahaya, semakin berkurang bayanganmu, jika engkau berhasil berada tepat di bawah sumber cahaya itu, bayanganmu pasti sirna.
26.         Semakin dekat ketaqwaan kita kepada allaah swt, semakin jauh kita meninggalkan kegelisahan.
27.         Segala tindakan diri yang tidak mau diketahui oleh orang yang baik menjadi pertanda bahwa tindakan itu berkemungkinan besar tidak baik.
28.         Bingung dan sesak sesaat itu BIASA sebagai pertanda bahwa otak dan hati kita masih BEKERJA.
29.         Aku sangat menghargai semua pendapat teman yang menyertakan alasan, dan aku akan lebih menghormati pendapat sahabat yang bernuansa nasehat.
30.         Saat ini mungkin kita bukan siapa-siapa, justru inilah alasan tepat untuk menciptakan identitas diri dengan segera.
31.         Tetap TENANG ketika problem datang dan tetap SENANG walau hati terguncang, pada mulanya ini adalah PAKSAAN, selanjutnya menjadi KEBIASAAN.
32.         Selalu bersyukur atas segala hasil dan usaha bukan hanya menjadi auto sugesti dan pemancar aura positif pribadi kita, ia juga menjadi salah satu sebab “bonus dan surprise Allaah” yang tiada pernah kita sangka akan menghampiri kita.
33.         Batas dari kesabaran adalah KETEGASAN.
34.         JADIKAN HIDUP SELALU BERNILAI IBADAH. Pada setiap kejadian yang menimpa serta terjadi dalam setiap kehidupan kita, terkadang kita sulit bahkan gagal dalam membedakan “maksud Tuhan”; antara pujian dan teguran, antara cobaan dan peringatan, antara hadiah dan hukuman, namun yang pasti, semua itu adalah “ajakan sekaligus panggilan Tuhan” untuk kita semua agar senantiasa memperbaiki kualitas hidup kita yang senantiasa berorientasi kepada pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan, dan tindakan-tindakan penuh kebaikan serta kemanfaatan yang semakin dekat dengan kehendak-Nya.
35.         Waktu ini sungguh terlalu singkat untuk memahami setiap ilmu dan hikmah di dalamnya, namun belum terlambat untuk mulai mempelajarinya.
36.         Adanya kesalahan-kesalahan diri yang sudah terjadi dan tidak bisa dihindari sering menjadi motivasi untuk melakukan kebaikan-kebaikan diri di lain sisi.
37.         Kesombongan seseorang sama sekali tidak dapat mempengaruhi kehidupan seseorang yang terbiasa rendah hati. Justru di hadapan mereka, kesombongan ini adalah indikasi rendah dan lemahnya diri dengan semua yang ada pada dirinya.
38.         Untuk sekedar ingin tahu saja, maka belajar dan latihannya cukup satu kali. Tapi jika berambisi paham hingga menjadi profesional dan ahli, maka belajar dan latihannya perlu berkali-kali.
39.         Setiap orang yang dapat bertindak berdasarkan priotas serta kualitas bukan hanya karena rutinitas maupun formalitas semata adalah CERDAS.
40.         Semakin tinggi VISI semakin kuat MOTIVASI.
41.         Rasa senang yang masuk di akal itu namanya SUKA dan rasa senang yang masuk ke hati itu namanya CINTA.
42.         Berhati-hatilah dalam membenci dan mencintai seseorang, benci bisa berubah cinta, cinta pun bisa berubah benci, karena untuk keduanya kita menggunakan SATU HATI YANG SAMA.
43.         Ide itu hadiah Tuhan melalui otak kita, feeling itu hadiah Tuhan melalui hati kita, gerak reflek itu hadiah Tuhan melalui indera kita.
44.         Kebanggaan atas segala kelebihan tanpa melibatkan nama Tuhan adalah kesombongan
45.         Kemuliaan kaum Adam ada pada pikiran dan tanggung jawabnya, sedang kemuliaan kaum Hawa ada pada perasaan dan kelembutan kasih sayangnya.
46.         Untuk yakin perlu alasan, alasan akan selalu sebanding dengan keyakinan.
47.         Ciptakan alasan-alasan di setiap area iman dan logismu, hingga TIADA LAGI ALASAN UNTUK GAGAL, gagal menjadi manusia seutuhnya, gagal menjalani hidup yang berkualitas baik.
48.         Konsentrasi serta fokus dalam setiap tindakan itu menghemat waktu.
49.         Seringkali kesedihan-kesedihan itu menjadi sinyal akan adanya kesalahan-kesalahan.
50.         Di dalam jiwa yang sehat terdapat iman yang kuat.
BAGIAN KEDUA
1. Idealisme bukanlah kelainan, idealisme adalah bibit perubahan. Seandainya raga seorang idealis telah tiada, namun jiwa idealisme akan selalu membara di setiap generasi yang inginkan segalanya berjalan sebagaimana mestinya.
2.             Hati-hatilah dengan cinta-cintamu, jangan sampai ia memupuskan citamu, dan hati-hatilah dengan cita-citamu jangan sampai ia mematahkan cintamu. Cita dan cinta adalah dua permata istimewa dalam hidup kita. Be yourself with hope and love…
3.             Teruslah mengaji untuk menenangkan daerah pikiran, hati, dan sekitarnya.
4.             Hal yang paling sia-sia yang dilakukan seorang manusia adalah “mengakali” HUKUM TUHAN dengan segala daya upayanya.
5.             Terimalah seluruh pekerjaan-pekerjaan di luar tugas pokok dan fungsi kita, karena yang membesarkan kebaikan pribadi kita kelak bukanlah seberapa tinggi jabatan dan seberapa besar tugas kita, namun APA YANG MAMPU KITA LAKUKAN.
6.             Rasa menimbulkan sensasi, sensasi menggugah imajinasi, imajinasi menghadirkan mimpi. Mimpi akan kutindaklanjuti setelah kuterbangun nanti.
7.             GAUL : Gampang Adaptasi Urusan Lingkungan.
8.             Teruskan kesombongan-kesombonganmu itu, sebentar lagi pasti kamu akan MALU.
9.             Teruslah percaya dan yakin akan segala sesuatu yang sudah dijamin-NYA, insya Allaah engkau pasti menerimanya
10.         Penyesalan dan kekecewaan mengingatkan kita akan pentingnya berfikir dengan bijak sebelum bertindak.
11.         Raga yang sakit itu untuk menyehatkan jiwa.
12.         Aku akan senantiasa berusaha untuk memastikan bahwa setiap perasaan, pikiran, dan tindakan ini selalu bertemu dalam satu muara tujuan, tujuan yang memiliki acuan, acuan atas nama kebenaran dan kebaikan untuk kehidupan di masa depan. Hingga kelak di hari pembalasan, kepada Tuhan akan dapat kupertanggungjawabkan segala titipan.
13.         Ilmu pengetahuan akan didapat bagi siapapun mereka yang selalu mau membayar impas rasa ingin tahunya. Namun ilmu hikmah hanya akan singgah pada setiap jiwa di antara mereka yang pengalah namun tidak kalah, telah lelah namun tidak menyerah, lalu menerima segalanya itu dengan penuh ramah lagi bijaksana.
14.         Setiap sesama layak menjadi sahabat, namun tidak dengan egonya.
15.         Orang yang merasa belum sukses cenderung membenarkan sekaligus menerima apapun hal yang disampaikan orang yang sudah sukses. Namun sayang, sebagian besar hal-hal itu hanya cocok diterapkan pada ruang, waktu, kondisi, dan keadaan yang sama dengan SI PENYAMPAINYA.
16.         Kebahagiaan manusia ada pada setiap hati yang masih peka terhadap kesusahan hati manusia lainnya.
17.         Berfikir filosofis kadang dapat menunjukkan jalan alternatif dari segala kebuntuan berpikir, namun ada kalanya berfikir filosofis dapat menjebak kita pada sebuah perjalanan ilusi yang panjang lagi tak terbatas.
18.         Jadikan kesalahan orang lain sebagai pelajaran serta jadikan kebaikan orang lain sebagai teladan, lalu berterimakasihlah padanya karena telah mengorbankan waktunya untuk memajukan kita.
19.         Manusia revolusioner pengubah peradaban manusia dizamannya tidak terlalu butuh pada dukungan apalagi pujian, ia hanya butuh DIBIARKAN.
20.         ADAKALANYA ORANG PINTAR KALAH DENGAN ORANG BODOH YANG BERUNTUNG, TAPI ORANG PINTAR SERING BERUNTUNG DARIPADA ORANG YANG BODOH. Oleh karena itu sobat… Ayo kita semakin serius belajar, amalkan, dan saling share setiap ilmu kebaikan itu pada orang lain, setiap kita memiliki potensi yang sama walaupun bentuknya berbeda. Dengan serius belajar, pasti semua bisa pintar. Lifelong learning all…
21.         UNTUKMU PARA PERANTAU…. Jadi apapun engkau kini, jangan pernah lupa akan keluarga dan sanak saudaramu yang dulu dengan berat hati nan duka dalam melepas kepergianmu teriring dengan do’a-do’a tulus dan pesan-pesan serapah mereka….. Tinggal dimanapun engkau kini, jangan pernah lupa tanah kelahiranmu yang kini masih ranum menghijau, ia masih mengharap sentuhan tanganmu….. Bergaul dengan siapapun engkau kini, jangan pernah lupa sahabat-sahabat karibmu, dalam cerita malamnya selalu ada sepenggal namamu, merekapun akan selalu rindu dengan suara tawa dan suara nyanyian-nyanyian malammu….. Berjodoh dengan siapapun engkau saat ini, jangan lupakan seorang gadis desa yang lugu lagi polos yang dulu pernah singgah di hatimu, ia selalu ingat semua tentangmu, ia akan selalu mengenangmu dengan sejuta kisah yang telah usang, walau ia tahu semuanya tak kan pernah terulang.
22.         SESEORANG HANYA DAPAT BERCERMIN DENGAN JELAS KETIKA KACA CERMIN BERSIH DAN ADANYA CAHAYA. Semoga Allaah SWT selalu memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita seiring dengan berkurangnya “jatah umur” kita maka semakin bersih pula hati kita. Begitu juga seiring dengan berbagai kelam dan suramnya problematika hidup kita, “cahaya kebaikan dan kebenaran” dari-Nya senantiasa menyinari kita, sehingga kita dapat sukes dalam mengambil hikmah dari setiap kejadian, mempunyai kepekaan tinggi untuk memahami setiap “pesan Allaah” dengan jalan introspeksi diri.
23.         Ada ambisi harus ada kompetensi, tanpa kompetensi semua visi adalah ilusi.
24.         KEJUJURAN itu jalan utama menuju KEMUJURAN. (DJSN)
25.         Rencana besarku membuatku selalu bermimpi kala kutersadar, mimpi sadarku memaksa fikiranku untuk selalu menyasar setiap sudut tapal batas kekerdilanku, tak cukup sampai di situ ia terus menyelinap ke pusat rasaku, ia terus berusaha mengusir segala ragu hingga cemburu.
26.         Kesabaran itu bukanlah pasif namun agresif.
27.         Mekanisme seleksi alam dan hukum sebab-akibat alamiah senantiasa berlaku pada setiap elemen-elemen alam, termasuk bagi seluruh manusia, tak ada yang luput dari sistem kerja beserta aturan-aturannya. Seleksi alam akan selalu melahirkan pemimpin-pemimpin besar lagi bijak di zamannya serta hukum sebab-akibat pun akan selalu eksis dalam setiap nafas kehidupan semesta ini karena kuasa-NYA yang nyata.
28.         Cinta sejati tidak butuh ditolak ataupun diterima karena ia bukanlah sebuah pemberian manusia, cinta sejati adalah sebuah anugerah terindah dari Tuhan yang telah menyatukan dua hati mereka sebelum lidah melafalkannya.
29.         Cinta kasih menjadi tersisih ketika cemburu jadi hantu.
30.         Kegagalan-kegagalan itu laksana rangkaian batu-batu pijakan yang menjadi satu-satunya jalan menuju salah satu “kebun buah kepuasan dan kebahagiaan” yang dapat dipetik dari “pohon-pohon pengalaman”.(
31.         Setiap hubungan manusia dengan manusia lainnya akan selalu terjaga seiring dengan saling rekatnya kesatuan jiwa dan hati mereka, tanpa keduanya, hubungan itu hanyalah sebuah kepentingan sesaat.
32.         ”Orang besar” tidak mesti menjadi PIMPINAN dalam sebuah organisasi ataupun kelompok, tapi setiap “orang besar” pasti memiliki jiwa PEMIMPIN dalam dirinya.
33.         Kepercayaan akan terus datang apabila kapabilitas semakin ditingkatkan, bahkan kredibilitas yang sudah dihancurkan orang lain pun justru akan memperkokoh tegaknya identitas pribadi yang langka.
34.         Saat ini aku tak tahu pasti “dimana batas antara timur dan barat?”. Namun dengan segala keterbatasan ini, semakin meyakinkanku bahwa aku adalah manusia biasa.
35.         Tidak usah pusing-pusing mengitervensi kinerja pikiran kita ini, izinkan ia untuk menentukan caranya sendiri lalu biarkan ia bekerja untuk kita.
36.         Jika KETERPURUKAN seorang manusia disebabkan oleh KETINGGIAN HATI dan KERENDAHAN AKALnya, maka SUKSES hakiki seorang manusia dibentuk dari KERENDAHAN HATI dan KETINGGIAN AKALnya.
37.         STATUS = Setiap Tulisan Aku Tertuju Untukmu Saudara-saudariku. CINTA : Ceritanya Indah Narasinya Tiada Akhir.
38.         Kesempurnaan menjadi manusia seutuhnya tercapai ketika terjadi keseimbangan antara indera, pikiran, dan hati.
39.         Pola pikir sempitku terjadi ketika aku terlalu fokus pada hal-hal dari jarak yang terlalu dekat.
40.         AKTIF itu biasa, PROAKTIF itu yang luar biasa.
41.         Ketika tiada seorangpun yang peduli apalagi empati pada diri kala terdampar sendiri, saat pikiran gundah dan susah, saat hati risau lagi resah, tersudut dalam keadaan yang sulit lagi rumit. ~~> Sadarlah sobat…, inilah cara Tuhan membesarkan jiwa kita, mendewasakan pikiran kita, serta membersihkan hati kita. ==> “Jika tiada satu orangpun yang peduli dengan diri ini, cukuplah yang SATU yakni Allaah Yang Maha Kasih sebagai penolongku, toh Dialah Maha Penolong bagi semua orang, tak terkecuali Sang Penolong bagi orang-orang yang tak mempedulikanku.
42.         Ketika saat ini tidak berkesempatan mendapat ikan, tetap perbaikilah kail dan kumpulkanlah umpan. Jika setiap usaha ataupun pekerjaan kita saat ini belum membuahkan hasil, tetaplah belajar terus menjadi lebih baik untuk selalu meningkatkan kompetensi, skill, keahlian ataupun SDM kita secara umum, karena nanti dialah yang akan mengantarkan kita dalam menggapai harapan, bahkan lebih dari itu.
43.         SESEORANG HANYA DAPAT BERCERMIN DENGAN JELAS KETIKA KACA CERMIN BERSIH DAN ADANYA CAHAYA. Semoga Allaah SWT selalu memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita seiring dengan berkurangnya “jatah umur” kita maka semakin bersih pula hati kita. Begitu juga seiring dengan berbagai kelam dan suramnya problematika hidup kita, cahaya kebaikan dan kebenaran dari-Nya senantiasa menyinari kita, sehingga kita dapat sukes dalam mengambil hikmah dari setiap kejadian, mempunyai kepekaan tinggi untuk memahami setiap “pesan Allaah” dengan jalan introspeksi diri.
44.         Ada ambisi harus ada kompetensi, tanpa kompetensi semua visi adalah ilusi.
45.         Atas izin Allah SWT… Untuk kalian berdua yang selalu istimewa di hatiku…, engkaulah orang tuaku…. Untuk kalian permohonan maafku atas segala kesabaranmu yang tiada bertepi…, untuk kalian bhakti tundukku atas segala pengorbananmu yang tiada berharap kembali…, untuk kalian hormat santunku atas segala kasih sayangmu …, seribu ucapan terimakasihku atas sejuta do’a-do’a tulusmu…. “NAMAMU TIADA AKAN PERNAH SIRNA OLEH MASA DAN USIA, NAMAMU TELAH MENYATU DALAM JIWA RAGAKU, NAMAMU TELAH MELEBUR DENGAN SETIAP UDARA YANG AKAN AKU HIRUP SEPANJANG HIDUPKU”.
46.         Sering kucoba mataku tuk terpejam, namun wajahmu tak jua kunjung terbenam, kini ku telah sadar bahwa namamu telah tertanam di hatiku yg terdalam.
47.         Manusia pada dasarnya tidak hanya ingin lebih daripada CUKUP, tapi ia juga ingin lebih daripada yang LAINNYA.
48.         Dikarenakan kesempatan setiap kita berpijak di bumi Allaah ini relatif singkat, sehingga tdk mungkin kita akan dapat mempelajari, mengetahui, apalagi memahami segala hal, namun di antara 1000 pertandingan, kita diizinkan kalah utk yg ke-999 kalinya, sedang 1 kalinya kitalah pemenangnya, lalu menjadi inspirator bagi 999 pemenang yg lain.
49.         Karakter perfeksionis sering membuang kesalahan-kesalahan kecilnya ke “TONG SAMPAH”.
50.         Berikan kepercayaan penuhmu hanya pada Tuhan. Kalau tidak, setiap kepercayaan akan rentan dengan kekecewaan

http://ustadchandra.wordpress.com/

Rabu, 15 Januari 2014

Mana Dalil yang Menyatakan Perayaan Maulid Haram?

Bismillahirrohmaanirrohim

Salah satu keanehan dari para pro maulid, mereka Menanyakan mana dalil yang mengharamkan maulid secara khusus. Padahal seharusnya yang ditanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan untuk merayakan maulid atau mengekspresikan cinta Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dengan maulid? Karena kaedahnya tentu berbeda antara masalah ibadah dan masalah muamalah atau adat (non-ibadah). Kalau dalam masalah ibadah, hukum asalnya adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Untuk masalah muamalat atau adat, berlaku hukum sebaliknya. Hukum asal dalam perkara non-ibadah adalah boleh sampai ada dalil yang melarang.

Ulama Syafi’iyyah memiliki kaedah,

اَلْأَصْلَ فِي اَلْعِبَادَةِ اَلتَّوَقُّف

“Hukum asal ibadah adalah tawaqquf (diam sampai datang dalil)”

Perkataan di atas disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (5: 43). Ibnu Hajar adalah di antara ulama besar Syafi’i yang jadi rujukan. Perkataan Ibnu Hajar tersebut menunjukkan bahwa jika tidak ada dalil, maka suatu amalan tidak boleh dilakukan. Itu artinya asal ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkan. Di tempat lain, Ibnu Hajar rahimahullah juga berkata,

أَنَّ التَّقْرِير فِي الْعِبَادَة إِنَّمَا يُؤْخَذ عَنْ تَوْقِيف

“Penetapan ibadah diambil dari tawqif (adanya dalil)” (Fathul Bari, 2: 80).

Ibnu Daqiq Al ‘Ied, salah seorang ulama besar Syafi’i juga berkata,

لِأَنَّ الْغَالِبَ عَلَى الْعِبَادَاتِ التَّعَبُّدُ ، وَمَأْخَذُهَا التَّوْقِيفُ

“Umumnya ibadah adalah ta’abbud (beribadah pada Allah). Dan patokannya adalah dengan melihat dalil”.

Kaedah ini beliau sebutkan dalam kitab Ihkamul Ahkam Syarh ‘Umdatil Ahkam.

Ibnu Taimiyah lebih memperjelas kaedah antara ibadah dan non-ibadah. Beliau rahimahullah berkata,

إنَّ الْأَصْلَ فِي الْعِبَادَاتِ التَّوْقِيفُ فَلَا يُشْرَعُ مِنْهَا إلَّا مَا شَرَعَهُ اللَّهُ تَعَالَى . وَإِلَّا دَخَلْنَا فِي مَعْنَى قَوْلِهِ : { أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ } . وَالْعَادَاتُ الْأَصْلُ فِيهَا الْعَفْوُ فَلَا يَحْظُرُ مِنْهَا إلَّا مَا حَرَّمَهُ وَإِلَّا دَخَلْنَا فِي مَعْنَى قَوْلِهِ : { قُلْ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ رِزْقٍ فَجَعَلْتُمْ مِنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا } وَلِهَذَا ذَمَّ اللَّهُ الْمُشْرِكِينَ الَّذِينَ شَرَعُوا مِنْ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ وَحَرَّمُوا مَا لَمْ يُحَرِّمْهُ

“Hukum asal ibadah adalah tawqifiyah (dilaksanakan jika ada dalil). Ibadah tidaklah diperintahkan sampai ada perintah dari Allah. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?” (QS. Asy Syura: 21). Sedangkan perkara adat (non-ibadah), hukum asalnya adalah dimaafkan, maka tidaklah ada larangan untuk dilakukan sampai datang dalil larangan. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), “Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal” (QS. Yunus: 59). Oleh karena itu, Allah mencela orang-orang musyrik yang membuat syari’at yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan yang tidak diharamkan. (Majmu’ Al Fatawa, 29: 17).

Atau mungkin Maulid bukan ibadah? Lantas kenapa capek-capek merayakannya kalau bukan maksud ibadah? Bukankah merayakan maulid untuk menunjukkan cinta Rasul, maka tentu pahala yang ingin diraih?

Sehingga tidak tepat dan terasa aneh jika dalam masalah Maulid, ada yang berujar, “Kan tidak ada dalil yang melarang? Gitu saja kok repot …”. Maka cukup kami sanggah bahwa hadits ‘Aisyah sudah sebagai dalilnya yaitu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim no. 1718).

Murid Imam Nawawi, Ibnu ‘Atthor rahimahullah menjelaskan mengenai hadits ini, “Para ulama menganggap perbuatan bid’ah yang tidak pernah diajarkan dalam Islam yang direkayasa oleh orang yang tidak berilmu, di mana amalan tersebut adalah sesuatu yang tidak ada landasan (alias: tidak berdalil), maka sudah sepantasnya hal ini diingkari. Pelaku bid’ah cukup disanggah dengan hadits yang shahih dan tegas ini karena perbuatan bid’ah itu mencacati ibadah.” (Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah atau dikenal pula dengan Mukhtashor An Nawawi, hal. 72)

Jadi, peringatan maulid adalah ibadah. Jika termasuk ibadah haruslah butuh dalil. Jadi kami bertanya sebaliknya, mana dalil yang menyatakan bahwa para sahabat atau generasi pertama umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi. Adakah bukti Abu Bakr, Umar, Utsman dan ‘Ali merayakan Maulid Nabi? Padahal Imam Malik pernah berkata,

ولا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها

“Umat saat ini tidak bisa menjadi baik melainkan dengan mengikuti baiknya generasi Islam yang pertama”

Terus siapa yang diikuti dan diambil petunjuknya? Apakah Nabi Muhammad? Apakah para sahabat? Atau kyai? Atau karena tradisi yang diikuti?

Kalau ada yang mengatakan perayaan Maulid Nabi bukanlah ibadah, itu hanyalah omong kosong. Masa’ membaca shalawat, mengekspresikan cinta pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan ingin meraih pahala? Yang namanya ingin meraih pahala tentu saja termasuk ibadah.

Salah satu tulisan yang mesti dibaca: http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/beda-antara-adat-dan-ibadah-3121

Hanya Allah yang memberi taufik.



Disusun di Makkah, 6 Rabi’ul Awwal 1435 H

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Muslim.Or.Id

Sabtu, 11 Januari 2014

KISAH PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD

Bismillahirrohmaanirrohim
 Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya,

"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"

Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."

Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".

Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."

Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut Rahman, dan Laut Cahaya.


Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.

Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"

Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.

Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".

Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.

Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.

Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !”.

Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.

Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.”

“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-’Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit lainnya.”

“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku membuat jinn dan api.”

“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.

Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.

Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala 70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.

Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.

Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.

Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal Al Quran).

Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh. Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung dalam bidang seni.

Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).

Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.

Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).

Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya.

Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman.

Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.

Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."

"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW

"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.

"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.

Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 !

catatan :

Beberapa kalangan dalam ummat Islam mempersoalkan konsep Nur Muhammad (Cahaya Muhammad atau Ruh Muhammad) sebagai suatu konsep yang tidak memiliki dasar dalam ‘aqidah Islam. Padahal, berdasarkan data-data yang kuat, konsep Nur Muhammad adalah suatu konsep ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diterima dan diakui oleh ijma’ (konsensus) ulama ilmu kalam dan ulama’ tasawwuf dalam kurun waktu yang panjang, sebagai suatu konsep yang memiliki sumber dalilnya dari Qur’an dan Hadits Nabi sallallahu ‘alayhi wasallam. Konsep ‘aqidah Nur Muhammad salallahu ‘alayhi wasallam menyatakan antara lain bahwa cahaya atau ruh dari Nabi Besar Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala  menyebut Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam sebagai Nuur (cahaya), atau sebagai "Siraajan Muniiran" (makna literal: Lampu yang Bercahaya). 

Lencana Facebook

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Blog ini?

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Ada kesalahan di dalam gadget ini

MOTTO

Kami tidak malu menerima saran & kritik anda...