Jumat, 28 September 2012

Kopi luwak

Posted: 27 Sep 2012 08:07 AM PDT
Kopi luwak/musang adalah salah satu kopi yang sangat masyhur saat ini dengan harga jual yang tinggi. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram. (sumber:wikipedia.org)

Mengenai bagaimana hukum mengkonsumsi kopi luwak?
sebenarnya sudah banyak pihak yang menerangkan hal ini. Bahkan pihak MUI juga telah mengeluarkan fatwa tentang kopi luwak. Namun karena ada pihak yang menanyakan hukum kopi luwak kepada pihak
Lajnah bahtsul masail LPI MUDI mesra via email, maka ada baiknya juga kami juga ikut menulis keterangan hukum kopi luwak beserta nash kitab dari para ulama mu`tabar dari kalangan mazhab Syafii.

Hukum kopi luwak.
Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Maka kita hanya perlu mengkaji hukum bijian yang keluar bersama kotoran binatang. Hal ini telah dijelaskan oleh para ulama terdahulu dalam kitab-kitab mereka

Biji-bijian yang ditelan oleh binatang kemudian dikeluarkan baik dengan cara dimuntahkan ataupun dikeluarkan melalui anus bersama kotorannya rincian hukumnya adalah:
  1. Mutanajis, bila ketika keluar biji tersebut masih baik, bila ditanam akan tumbuh, maka cukup disucikan dengan dibersihkan kotoran-kotoran yang menempel padanya kemudian di cuci dengan air.
  2. Najis, bila telah hancur atau busuk, bila ditanam tidak akan tumbuh. Najis tidak dapat disucikan lagi dan tidak boleh dikonsumsi.

Nash kitab
Fathul Mu`in dan Hasyiah I`anatuth Thalibin jilid 1 hal 82 Cet. Haramain
ولو راثت أو قاءت بهيمة حيا، فإن كان صلبا بحيث لو زرع نبت، فمتنجس يغسل ويؤكل، وإلا فنجس

Nihayatuz Zain hal 39 Cet.Haramain
الرابع عشر: ما يخرج من معدة يقيناً كقيء ولو بلا تغير نعم إن كان الخارج حباً متصلباً بحيث لو زرع لنبت فمتنجس فإن كان بحيث لو زرع لم ينبت فنجس العين

Nas serupa juga terdapat dalam kitab Kasyifatus Saja yang juga karangan Imam Nawawy al-Bantany.

Majmuk Syarah Muhazzab jilid 2 hal 573 Cet. Dar Fikr
السادسة) قال أصحابنا رحمهم الله إذا اكلت البهيمة حبا وخرج من بطنها صحيحا فان كانت صلابته باقية بحيث لو زرع نبت فعينه طاهرة لكن يجب غسل ظاهره لملاقاة النجاسة لانه وان صار غذاءا لها فمما تغير إلى الفساد فصار كما لو ابتلع نواة وخرجت فان باطنها طاهر ويطهر قشرها بالغسل وان كانت صلابته قد زالت بحيث لو زرع لم ينبت فهو نجس ذكر هذا التفصيل هكذا القاضى حسين والمتولي والبغوى وغيرهم

Lajnah Bahtsul Masail Lembaga Pendidikan Islam Mahadal Ulum Diniyah Islamiah. Alamat: Jln. Iskandar Muda, Desa Mediun Jok, Mesjid Raya, Samalanga, bireuen, Aceh jeumpa. Email:lbm@mudimesra.com Web: lbm.mudimesra.com

Kamis, 27 September 2012

HIKMAH SATU




SATU


KUPU - KUPU

 قلت :إنما حبيبة إمرئ فرحة وحدها لن يفرق منها صاحبها أبدا,ولن تكتب في معجمه الوداع*كمثل ا لفراشة تطوف في روضة تصير
لها زينة , فالله ضرب لكم في خلقه وللناس أجمعين

Kupu -kupu

"Sesungguhnya KEKASIH SESEORANG ITU ADALAH KEBAHGIAAN ITU SENDIRI ,pemilik kebahagiaan itu tidak akan mau berpisah darinya selama - lamanya   ,tidak ada kata "selamat tinggal "tertulis kamus kehidupannya * Perumpamaanya seperti seekor kupu2 yanG selalu mengitarI sebuah taman bunga sehingga menjadi kupu - kupu tersebut menjadi penghias bagi taman tersebut,Allohtaála telah membuat perumpamaan pada semua ciptaanNya bagi kalian dan manusia semuanya*


DUA

Babi 1


Kamu menyangka bahwa kamu mampu berinfak dijalan Alloh apabila kamu punya harta yang banyak* mempunyai kehidupan yang layak*Atau menjadi pejabat yang adil kesemua rakyat,sekali-kali tidak*
Tidaklah demikaian,tidakkah kamu memperhatiakan berpa benyak orang-orang kaya yang pelit,angkuh lagi merusak*Pejabat yang sombong,berjalan dengan perut buncit lagi berlagak*Sesungguh yang lebih buruk dari ini adalah  mereka yang melimpah tapi mengambil barang yang bukan miliknya,menjadi garong - garong penydot darah seperti liak*
Mereka lebih menyukai khianat daripada kadilan*seolah - olah seekor babi yang disuruh tinggal ditaman tapi selalu pergi mencari kubangan lumpur jorok dalam kubangan*
Perhatikanlah perumpamaanku ini sesngguhnya tuhanku mengajrkanku perumpamann ini didalam Al-quran dan hikmaNya sebagai pelajaran*
Banyak orang yang tidak punya harta tapi mampu bersedekah & infaq*dengen izin tuhannya ,pdahal ia dalam kondisi yang tidaka layak*Didalam hatinya ada cahaya dan rasa sayang dari tuhannya itulah karunia Alloh kepada sebahagian hambaNya diberi rahmat*


Selasa, 28 Agustus 2012

FILSUF DENGAN SEORANG PELAUT

Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun mencari pelaut untuk berdiskusi.
Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.

Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.

Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”

Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemasukan air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”

Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”


Hikmahnya :Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan,Allohswt berfirman :"Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui"; Al- hadid :29

Refrensi :http://iphincow.wordpress.com

Rabu, 25 Juli 2012


At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran
2 Imam Nawawi
PENGANTAR PENERBIT
ALQURAN ADALAH KITAB SAMAWI TERAKHIR
Sidang pembaca rahimakumullah…
Segala puji dan puja hanya patut ditujukan kepada Allah Azza wa Jalla
yang menurunkan kitab suci kepada hamba-hambaNya yaitu Al-Qur’an.
Sholawat serta salam patut ditujukkan kepada kekasihNya yaitu penghulu
kita Nabi Muhammad saw. Demikian juga kepada ahlul  bait dan para
sahabatnya sekalian.
Allah Taala berfirman, “Allah tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha
Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Dia menurunkan kitab Alquran padamu
(Muhammad) dengan sebenarnya, membenarkan kitab-kitab yang telah lebih
dulu daripadanya dan juga menurunkan kitab Taurat dan Injil sebelum
(Alquran diturunkan, Taurat dan Injil itu) menjadi  petunjuk bagi manusia.
Dan Dia menurunkan Al-Furqan (Alquran).” (Q.S. Ali Imran 3:24)
KEISTIMEWAAN ALQURAN
Kitab suci Alquran memiliki keistimewaan-keistimewaan yang dapat
dibedakan dari kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya, di antaranya
ialah:
1. Al quran memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang
pernah dimuat kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil dan
lain-lain. Juga ajaran-ajaran dari Tuhan yang berupa wasiat. Alquran juga
mengokohkan perihal kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab
suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan  kepada Allah Yang
Maha Esa, beriman kepada para rasul, membenarkan adanya balasan pada
hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan,  berakhlak luhur serta
berbudi mulia dan lain-lain.
Allah Taala berfirman, “Kami menurunkan kitab Alquran kepadamu
(Muhammad) dengan sebenarnya, untuk membenarkan dan menjaga kitab
yang terdahulu sebelumnya. Maka dari itu, putuskanlah hukum di antara
sesama mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah. Jangan engkau
ikuti nafsu mereka yang membelokkan engkau dari kebenaran yang sudah
datang padamu. Untuk masing-masing dari kamu semua  Kami tetapkan
aturan dan jalan.” (Q.S. Al-Maidah:48)
Jelas bahwa Allah swt. sudah menurunkan kitab suci Alquran kepada
Nabi Muhammad saw. dengan disertai kebenaran mengenai apa saja yang
terkandung di dalamnya, juga membenarkan isi kitab-kitab suci yang
diturunkan oleh Allah Taala sebelum Alquran sendiri yakni kitab-kitab Allah At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran
3 Imam Nawawi
yang diberikan kepada para nabi sebelum Rasulullah  saw. Bahkan sebagai
pemeriksa, peneliti, penyelidik dari semuanya. Oleh sebab itu Alquran
dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu menetapkan  mana yang benar,
tetapi juga menjelaskan mana yang merupakan pengubahan, pergantian,
penyimpangan dan pertukaran dari yang murni dan asli.
Selanjutnya dalam ayat di atas disebutkan pula bahwa Allah Taala
memerintahkan kepada nabi supaya dalam memutuskan segala persoalan
yang timbul di antara seluruh umat manusia ini dengan menggunakan
hukum dari Alquran, baik orang-orang yang beragama  Islam atau pun
golongan ahlul kitab (kaum Nasrani dan Yahudi) dan  jangan sampai
mengikuti hawa nafsu mereka sendiri saja.
Dijelaskan pula bahwa setiap umat oleh Allah swt. diberikan syariat
dan jalan dalam hukum-hukum amaliah yang sesuai dengan persiapan serta
kemampuan mereka.
Adapun yang berhubungan dengan persoalan akidah, ibadah, adab,
sopan santun serta halal dan haram, juga yang ada hubungannya dengan
sesuatu yang tidak akan berbeda karena perubahan masa dan tempat, maka
semuanya dijadikan seragam dan hanya satu macam, sebagaimana yang
tertera dalam agama-agama lain yang bersumber dari wahyu Allah swt.
Allah Taala berfirman, “Allah telah menetapkan agama untukmu
semua yang telah diwasiatkan oleh-Nya kepada Nuh dan apa yang telah
Kami wahyukan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, (yang semua serupa saja)
yakni hendaklah kamu semua menegakkan agama yang benar dan janganlah
kamu sekalian berpecah-belah.” (Q.S. Asy-Syura:13)
Seterusnya lalu dibuang beberapa hukum yang berhubungan dengan
amaliah yang dahulu dan diganti dengan syariat Islam yang merupakan
syariat terakhir yang kekal serta sesuai untuk diterapkan dalam segala waktu
dan tempat. Oleh sebab itu, maka akidah pun menjadi satu macam,
sedangkan syariat berbeda disesuaikan dengan kondisi zaman masingmasing umat.
2. Ajaran-ajaran yang termuat dalam Alquran adalah kalam Allah yang
terakhir untuk memberikan petunjuk dan bimbingan yang benar kepada
umat manusia, inilah yang dikehendaki oleh Allah Taala supaya tetap
sepanjang masa, kekal untuk selama-lamanya. Maka dari itu jagalah kitab
Alquran agar tidak dikotori oleh tangan-tangan yang hendak mengotori
kesuciannya, hendak mengubah kemurniannya, hendak mengganti isi yang
sebenarnya atau pun hendak menyusupkan sesuatu dari luar atau
mengurangi kelengkapannya.
Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya Alquran adalah kitab yang
mulia. Tidak akan dihinggapi oleh kebatilan (kepalsuan), baik dari hadapan
atau pun dari belakangnya. Itulah wahyu yang turun dari Tuhan yang Maha
Bijaksana lagi Terpuji.” (Q.S. Fushshilat:41-42)  At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran
4 Imam Nawawi
Allah Taala berfirman pula, “Sesungguhnya Kami (Allah) menurunkan
peringatan (Alquran) dan sesungguhnya Kami pasti melindunginya (dari
kepalsuan).” (Q.S. Al-Hijr:9)
Adapun tujuan menjaga dan melindungi Alquran dari kebatilan,
kepalsuan dan pengubahan tidak lain hanya agar supaya hujah Allah akan
tetap tegak di hadapan seluruh manusia, sehingga Allah Taala dapat
mewarisi bumi ini dan siapa yang ada di atas permukaannya.
3. Kitab Suci Alquran yang dikehendaki oleh Allah Taala akan
kekekalannya, tidak mungkin pada suatu hari nanti akan terjadi bahwa suatu
ilmu pengetahuan akan mencapai titik hakikat yang bertentangan dengan
hakikat yang tercantum di dalam ayat Alquran. Sebabnya tidak lain karena
Alquran adalah firman Allah Taala, sedang keadaan yang terjadi di dalam
alam semesta ini semuanya merupakan karya Allah Taala pula. Dapat
dipastikan bahwa firman dan amal perbuatan Allah tidak mungkin
bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Bahkan yang dapat terjadi
ialah bahwa yang satu akan membenarkan yang lain. Dari sudut inilah, maka
kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh
ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang
terkandung dalam Alquran. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh
dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah swt.
sendiri.
Dalam hal ini baiklah kita ambil firman-Nya, “Akan  Kami (Allah)
perlihatkan kepada mereka kelak bukti-bukti kekuasaan Kami disegenap
penjuru dunia ini dan bahkan pada diri mereka sendiri, sampai jelas kepada
mereka bahwa Alquran adalah benar. Belum cukupkah bahwa Tuhanmu
Maha Menyaksikan segala sesuatu?” (Q.S. Fushshilat:53)
4. Allah swt. berkehendak supaya kalimat-Nya disiarkan dan
disampaikan kepada semua akal pikiran dan pendengaran, sehingga menjadi
suatu kenyataan dan perbuatan. Kehendak semacam ini tidak mungkin
berhasil, kecuali jika kalimat-kalimat itu sendiri benar-benar mudah diingat,
dihafal serta dipahami. Oleh karena itu Alquran sengaja diturunkan oleh
Allah Taala dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar
bagi siapa pun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya,
asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat.
Allah Taala berfirman, “Sungguh Kami (Allah) telah membuat mudah
pada Alquran untuk diingat dan dipahami. Tetapi adakah orang yang
mengambil pelajaran?” (Q.S. Al-Qamar:17)
Di antara bukti kemudahan bahasa yang digunakan oleh Alquran ialah
banyak sekali orang-orang yang hafal di luar kepala, baik dari kaum lelaki,
wanita, anak-anak, orang-orang tua, orang kaya atau miskin dan lain-lain
sebagainya. Mereka mengulang-ulangi bacaannya di rumah atau mesjid.
Tidak henti-hentinya suara orang-orang yang mencintai Alquran At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran
5 Imam Nawawi
berkumandang di seluruh penjuru bumi. Sudah barang tentu tidak ada satu
kitab pun yang mendapatkan keistimewaan melebihi Alquran.
Bahkan dengan berbagai keistimewaan di atas, jelas Alquran tidak ada
bandingannya dalam hal pengaruhnya terhadap hati atau kehebatan
pimpinan dan cara memberikan petunjuknya, juga tidak dapat dicarikan
persamaan dalam hal kandungan serta kemuliaan tujuannya. Oleh sebab itu
dapat diyakini bahwa Alquran adalah mutlak sebaik-baik kitab yang ada.
Kitab ini ini membahas perkara-perkara yang sangat penting diketahui
oleh setiap orang Islam karena kitab ini membicarakan berbagai hal yang
berkaitan dengan adab kita menjalin interaksi dengan kitab suci kita -AlQur’an al-Karim.
 Dalam garis besarnya, kitab ini mengandung sembilan bagian
dan sebuah mukadimah yang menjelaskan secara ringkas latar-belakang dan
kandungan kitab ini secara keseluruhan. Kemudian diteruskan dengan
riwayat hidup Imam Nawawi.
Adapun kesembilan bagian yang menjadi inti kitab ini adalah:
• KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR’AN
• KELEBIHAN ORANG YANG MEMBACA AL-QUR’AN
• MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN GOLONGAN ALQUR’AN
• PANDUAN MENGAJAR DAN BELAJAR AL-QUR’AN
• PANDUAN MENGHAFAZ AL-QUR’AN
• ADAB DAN ETIKA MEMBACA AL-QUR’AN
• ADAB BERINTERAKSI DENGAN AL-QUR’AN
• AYAT DAN SURAT YANG DIUTAMAKAN MEMBACANYA
PADA WAKTU-WAKTU TERTENTU
• RIWAYAT PENULISAN MUSHAF AL-QUR’AN
Dengan pengantar yang amat singkat ini, kami dengan bangga
mempersembahkan kepada Anda sebuah kitab besar - Al-Adzkaar lin Nawawi
dan At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran - karya ulama besar - Abu Zakariya
Yahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Nawawi atau yang amat dikenal
sebagai Iman Nawawi. Semoga Anda menjadi insan kamil – insan yang
benar-benar sempurna sebagaimana tujuan asali kita  semua diciptakan.
Selamat membaca. Semoga Allah swt selalu bersama kita. Amin ya
Rabbi’alamin.
- Penerbit At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran
6 Imam Nawawi
PENDAHULUAN

N.B.Maaf tulisan diatas belum disempurnakan.

Sumber :
http://www.kajian.net

Sabtu, 26 Mei 2012

BISMILLAH....

IMAM IBNU AL-JAZARI


Penghulu Qura’  (751H – 833H) 
Nama asli al-Imam Ibnu al-Jazari ialah Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin `Ali bin Yusuf al-Jazari al-Dimasyqi. Beliau digelari sebagai Abu al-Khair. Beliau dilahirkan pada malam Sabtu 25 Ramadhan 751 Hijriah di Damaskus, Syam (Siria). Di Damaskus inilah beliau dibesarkan dan menjadi tempat beliau tamat menghafal al-Quran ketika beliau masih berusia 14 tahun. Ketika beliau telah besar, beliau lebih cenderung untuk mendalami ilmu al-Qira’at dari masyayikh-masyayikh yang ada ketika itu.
Guru-guru Beliau
Di antara ulama-ulama Damaskus yang menjadi tempat beliau bertalaqqi ialah Abu Muhammad Abdul Wahhab bin as-Salar, Syeikh Ahmad bin Ibrahim at-Thohhan, Syeikh Abu al-Ma`ali Muhammad bin Ahmad al-Labani dan al-Qodhi Abu Yusuf Ahmad bin al-Husain al-Kifri al-Hanafi. Manakala guru-guru beliau dari Mesir ialah Abu Bakr Abdullah bin al-Jundi, Abu Abdillah Muhammad bin as-Sho`igh, Abu Muhammad Abdul Rahman bin al-Baghdadi dan Syeikh Abdul Wahhab al-Qorwi.Ketika beliau safar ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan menuju ke Madinah untuk menziarahi Rasulullah s.a.w, beliau telah bertalaqqi al-Quran dengan Imam Masjid al-Nabawi ketika itu yaitu Muhammad bin Soleh. Beliau juga telah mentalaqqi al-Quran daripada hampir semua imam-imam qira’at dari Syam, Mesir, Hijaz baik secara ifrad (privat) dan jama` (kelompok) dengan pedoman kitab-kitab qira’at yang muktabar (terkenal) seperti as-Syatibiah, at-Taisir, al-Kafi, al-`Unwan, al-I`lan, al-Mustanir, at-Tazkirah, at-Tajrid dan lain-lain kitab qira’at yang masyhur pada ketika itu yang menjadi rujukan utama umat Islam dalam bidang ini.Beliau juga mengadakan majelis pengajian qira’at selama beberapa tahun di Jami` Umawi, Damaskus dengan sambutan yang cukup baik dari murid-murid beliau pada masa itu. Ada dikalangan mereka yang bertalaqqi dari beliau berdasarkan satu buah kitab qira’at saja. Ada juga yang lebih daripada satu buah kitab. Ada yang bertalaqqi daripada beliau Qira’at Sab’ah (tujuh), Qiraat A’syarah (sepuluh) bahkan lebih daripada itu. Antara anak-anak didik beliau yang mengambil Qiraat Sepuluh ialah anak beliau sendiri Abu Bakr Ahmad bin Muhammad, Syeikh Mahmud bin al-Husain as-Syirazi, Syeikh Najibuddin Abdullah bin al-Husain al-Baihaqi, Syeikh Muhammad bin Ahmad bin al-Haim dan sebahagian besar murid-murid beliau yang lain.
Kegigihan Beliau
Kesungguhan beliau untuk mendalami ilmu qiraat ini ditunjukan dengan ketabahan beliau merantau keseluruh negeri Islam untuk belajar ilmu Qira’at dan mengajarkannya. Beliau telah bermusafir ke Mesir, Madinah, Basrah, Samarqand, Khurasan, Isfahan dan Syiraz. Ketika beliau singgah di `Anizah, Najd, Iraq beliau telah mengarang kitab ad-Durrah al-Mudhiah, kitab Qira’at Tiga untuk menyempurnakan Qira’at Tujuh oleh Imam as-Syatibi sehingga dikenali sebagai Qiraat Sepuluh Syughra.Ketika beliau berada di Madinah, setelah selesai beliau mengarang Tahbir at-Taisir, beliau mengarang satu kitab lagi yang cukup bermakna dalam dunia ilmu al-Qur’an dan al-Qira’at yaitu an-Nasyr Fi al-Qira’at al-`Asyr. Kitab ini merupakan kitab yang paling sempurna di antara sekian banyak kitab-kitab beliau dalam membahas ilmu tajwid dan qira’at. Kitab inilah yang menjadi manhaj tertinggi pengajian ilmu qira’at sejak zaman dulu hingga sekarang. Setelah itu, beliau telah mengarang sebuah kitab untuk merangkum (talkhish) kitab an-Nasyr ke dalam bentuk matan dengan nama Toyyibah an-Nasyr Fi al-Qira’at al-`Asyr. Kitab inilah yang telah Universitas al-Azhar tetapkan dalam manhaj pengajian qira’at di marhalah  (tingkatan) Takhassus (pengkhususan) Qira’at di ma’had-ma’had (institut) qira’at di seluruh Mesir. Di samping itu, semasa beliau berada di Madinah beliau telah mengarang beberapa kitab lain tentang qira’at dan lain-lain.
Ke’aliman Beliau Dalam Bidang-bidang Lain
Sebenarnya al-Imam Ibu Al-Jazari tidak hanya ‘alim (berilmu) dalam bidang qira’at saja, bahkan beliau sangat ‘alim dalam beberapa disiplin ilmu yang lain seperti tafsir, hadits, fiqh, usul fiqh, tauhid, tasauf, nahu, sorof, balaghah dan lain-lain lagi. Akan tetapi, di antara ilmu-ilmu yang disebutkan tadi ternyata beliau lebih ‘alim dalam bidang ilmu hadits. Al-Imam telah mempelajari ulum hadits ini dari guru-guru beliau seperti as-Syeikh Solahuddin bin Ibrahim bin Abdullah al-Muqaddisi al-Hanbali, al-Imam al-Mufassir al-Muhaddith al-Hafiz Abu al-Fida` Ismail bin Kathir, al-Imam Ibnu `Asakir, Zainuddin bin Abdul Rahim al-Isnawi dan beberapa guru beliau yang muktabar. Beliau mendalami ilmu ini baik dirayah (pengetahuan tentang hadits) maupun riwayah, sehingga beliau digelar al-Huffaz ath-Thiqat al-Athbat.Beliau berguru dengan al-Imam al-Isnawi dan al-Imam Ibnu Katsir sehingga beliau diberi izin oleh gurunya untuk memberi fatwa (menjawab pertanyaan ummat) dan pengajian pada tahun 774 Hijriah sedangkan pada ketika itu beliau baru berumur 24 tahun dan al-Imam Ibnu Katsir merupakan guru pertama yang memberi ijazah izin memberi fatwa kepada beliau. Beliau juga dii’tiraf (diberikan mandat) untuk memberi fatwa oleh as-Syeikh Dhiauddin pada tahun 778 Hijriah. Pada tahun 785 Hijriah, Syaikhul Islam al-Balqini juga melakukan hal yang sama.Beliau telah dilantik sebagai Masyikhah as-Solihiyyah (Ulama yg di-tua-kan) di Baitul Maqdis selama beberapa waktu. Beliau juga pernah dilantik sebagai qadhi (hakim) di Syam dan Syiraz. Ketika beliau di Syiraz, beliau telah membangun sebuah madrasah untuk mengajar ilmu qira’at yang diberi nama “Darul Qur’an”.
Wafat Beliau
Pada waktu dhuha hari Jum’at bertepatan dengan tanggal 5 Rabi`ul Awwal 833 Hijriah, beliau telah pulang mengadap Rabul `Izzati. Beliau telah dimakamkan di sekitar Darul Qur’an yang dibangun olehnya. Jenazah beliau diiringi oleh seluruh umat dari bebagai golongan dan lapisan. Ini memberi bukti bahwa beliau benar-benar disayangi umat.
Renungan Bersama
Sesungguhnya al-Imam Ibu Al-Jazari merupakan seorang yang ‘alim, soleh, wara` (loyal thd Islam), zuhud dan pemurah. Seluruh masa dan waktu beliau penuh dengan amal kebajikan dan taqarrub (mendekatkan diri kpd Allah). Senantiasa membaca al-Qur’an dan mendengarnya dari orang lain, tekun menuntut ilmu sehinga mampu mengarang. Beliau tidak pernah meninggalkan qiyamullail baik ketika beliau lapang atau dalam sempit. Senantiasa berpuasa pada hari Senin dan Kamis serta tiga hari dalam setiap bulan. Banyak karangannya yang bermanfaat menunjukkan tingginya kegigihan beliau dan hebatnya ilmu beliau dalam berbagai disiplin ilmu, apalagi dalam bidang ilmu al-Qur’an dan al-Qira’at yang diberi kelebihan oleh Allah S.W.T kepada beliau.  Semoga kita bisa meneladaninya dan Allah SWT merahmatinya. Allahumma amin.
Fatwa Ibnu Al-Jazari
وَاْلأَخْذُبِالتَّجْوِيْدِحَتْمٌ لَازِمٌ * مَنْ لَمْ يُجَوِّدِالْقُرْآنَ آثِمٌ * لِأَنَّهُ بِهِ الْإِ لَهُ أَنْزَلَا * وَهَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَاوَصَلَا
“Membaca  (Alqur’an)  dengan  tajwid  hukumnya  wajib,  barangsiapa  yang  membacanya dengan tidak bertajwid maka ia berdosa. Karena sesungguhnya Allah telah menurunkan Alquran dengan bertajwid dan demikianlah Alquran itu sampai kepada kita dari-Nya.”
Sumber: Abu Huzaifah (Edited to Indonesian)

Refrensi :
http://pustaka.abdissalam.com/index.php/imam-ibnu-al-jazari/

Rabu, 23 Mei 2012

KISAH I


Kisah Seorang Ibu dan Anak

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.
Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.
Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.
Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.
Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.
Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.
Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.
Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.
Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”
Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.
Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.
=================================================
Anakku,
Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.
Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.
Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.
Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.

Refrensi :


Arti Sebuah Kesempurnaan

Seorang lelaki yang sangat tampan dan sempurna merasa bahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya. Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya. Kemudian sampailah ia disebuah desa. Ia bertemu dengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik. Lelaki tersebut menemui bapak petani dan mengatakan bahwa ia ingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung; mana yang paling sempurna.
Sang Petani menganjurkan untuk mengencani mereka satu persatu dan si Lelaki setuju. Hari pertama ia pergi berduaan dengan anak pertama. Ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani,”Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan.”
Hari berikutnya ia pergi dengan anak yang kedua dan ketika pulang dia berkata,”Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling.”
Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. Begitu pulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,”inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna.”
Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut. Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya “Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?”"
Petani menjawab,” Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan . Waktu itu Ia sudah hamil duluan…..”
Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan. Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segala sesuatunya akan terasa istimewa.

Refrensi

Selasa, 22 Mei 2012

MADU HUTAN ASLI

BISMILLAH HIRRAHMAA NIRRAHIM

"Manfaat madu asli yang perna saya ketahwi adalah obat bagi semua penyakit,membuat awet muda,bau kamar mandi tidak terlalu pesing,menambah stamian tubuh,semua ini Alloh telah janjikan di dalam al-quran secara global,silahkan anda mencobanya "

jika Anda berminat hub kami di Jln Depok raya,No 02A,atau No Hp :
085794291119
penulis Ahmad hikam

Lencana Facebook

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Blog ini?

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Ada kesalahan di dalam gadget ini

MOTTO

Kami tidak malu menerima saran & kritik anda...