Tampilkan postingan dengan label AKHLAQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKHLAQ. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

Riwayat seorang kafir majusi yang masuk surg

Bismillahirrohmaanirrohim
Berikut ini adalah hikayah riwayat seorang kafir majusi yang masuk surga karena tingkah lakunya yang menghormati bulan ramadhan. Apa perilaku hormat tersebut sehingga seorang kafir majusi bisa masuk surga?

Diceritakan, ada seorang yang kafir majusi yaitu orang kafir yang menyembah api. Pada salah satu bulan puasa, orang kafir majusi ini memperoleh iman yang menjadikan sebab dia menjadi khusnul khotimah, yaitu menghormati bulan ramadhan. Yang menjadi tingkah lakunya, ketika di pasar anaknya memakan makanan pada siang hari pada bulan ramadhan. Orang kafir majusi tadi merasa malu karena anaknya tadi tidak mengetahui dalam menghormati kepada orang-orang islam yang masih menjalankan puasa.

Pada waktu itu juga, atas ijin Allah diberikan hidayah iman, yang artinya adalah mempunyai jiwa mau menghormati bulan ramadhan. Anaknya yang memakan makanan di siang hari di pasar kemudian dihajar dan dibuat jera, agar tidak melakukan lagi makan makanan di siang hari di bulan ramadhan. Ketika orang majusi itu meninggal, orang majusi itu mendapatkan pengampunan dari Allah, dikarenakan menghormati bulan ramadhan.

Diceritakan, ada seorang ulama yang tinggal di daerah itu, dalam sebuah mimpi dari ulama tersebut diperlihatkan kehidupan alam barzah (alam kubur) sehingga ulama tersebut bisa melihat kenikmatan-kenikmatan alam kubur. Bertepatan dengan itu, diperlihatkan dalam mimpi itu, ulama melihat orang majusi masih bersenang-senang di dalam taman surga. Ulama itu tidak melihat dengan samar, namun dengan jelas melihat bahwa yang dilihatnya adalah orang majusi yang dia kenal dulu di dunia sewaktu dia masih hidup.

Ulama tersebut kaget dan heran, kenapa orang kafir majusi masuk surga?

Dengan segera, ulama itu menemui orang kafir majusi dan bertanya, kenapa kamu berada di sini (taman surga), anda kan seorang majusi? Aku tidak percaya! Jawab orang kafir majusi itu: memang benar, aku orang kafir majusi, ketika aku meninggalkan dunia saya juga heran. Apa sebabnya aku diberikan  kenikmatan yang seperti ini? Oleh sebab itu, aku (orang majusi itu) akan menceritakan keadaanku ketika meninggal dunia adalah seperti ini :

سَمِعْتُ وَقْتَ الْمَوْتِ نِدَاءً مِنْ  فَوْقِى, يَامَلاَئِكَتِىْ لَاتَتْرَكُوْهُ مَجُوْسِيًّا فَأَكْرِمُهُ بِالْاِسْلاَمِ بِحُرْمَتِهِ لِرَمَضَانَ

Artinya : ketika aku mati,  saya mendengar sesuatu dari atasku, hai malaikat-malaikat-Ku janganlah kalian meninggalkan orang majusi ini dan dikumpulkan dengan kaum majusi, kecuali kalian memuliakannya dan dikumpulkan bersama-sama dengan orang yang menetapi islam, karena orang majusi ini mau menghormati bulan ramadhan.

Itulah sebab-sebab yang tidak disangka-sangka orang majusi dalam cerita di atas masuk surga yang dikarenakan Allah memberikan iman ketika orang majusi itu menghormati bulan ramadhan.

Sebagaimana firman Allah :

انّ الله يغفر لمن يشاء

Artinya : Sesungguhnya Allah mengampuni siapa saja yang Ia kehendaki
===============================
Sumber :http://islamiwiki.blogspot.com/

Senin, 10 Juni 2013


Abu Musa al-Asy’ari

Dilahirkan di Zabin, Yaman, 21 tahun sebelum Hijriah. Nama lengkapnya Abu Abdullah bin Qis bin Salim bin Hadhor bin Harb. Nama panggilannya Abu Musa dan al-Asy’ari dinisbahkan kepada bani al-Asy’ar di Qohthan. Beliau adalah seorang zahid, ahli fiqh, al-Imam al-Kabir dan ahli ibadah. Tubuhnya tidak gemuk dan tidak terlalu pendek. Suaranya bagus.
Sejarah beliau dimulai dari Yaman tempat dimana beliau dilahirkan. Masa itu penduduk Qohtahn banyak yang menyembah berhala. Meskipun beliau masih berusia muda, tapi beliau menolak dan menginkari penyembahan berhala yang berlaku di masyarakatnya. Beliau tahu bahwa berhala yang disembah tidak memberikan manfaat dan juga bahaya. Dalam hatinya berkeinginan agar datang pertolongan dari langit untuk menyelamatkan manusia dari penyembahan berhala. Keinginannya itu terwujud ketika beliau mendengar bahwa Muhammad bin Abdullah adalah utusan Allah mengajarkan agama tauhid, mengajak kepada amar ma’ruf dan budi pekerti mulia.
Maka dengan niat ikhlas beliau meninggalkan tanah kelahirannya pergi menuju Mekkah tempat di mana Rasulullah diutus. Sesampainya di Mekkah beliau duduk di sekeliling Rasulullah dan belajar darinya. Selama mengikuti ajaran Rasulullah, beliau sangat rajin dan tekun. Akhirnya setelah merasa cukup beliau pulang ke Yaman untuk mengajarkan agama tauhid yang dibawa Rasulullah. Sedikit banyak beliau membawa perubahan di kaumnya.
Kemudian beliau balik ke hadapan Rasulullah setelah selesai perang Khoibar. Kebetulan kedatangannya bersamaan dengan datangnya Ja’far bin Abu Tholib bersama sahabat lain dari Habsyah (Ethopia). Di situlah Rasulullah memberikan penerangan tentang ajaran Islam kepada semua yang datang. Ternyata kedatangan beliau dari Yaman tidak hanya seorang diri. Tapi beliau datang bersama 53 lebih dari laki-laki dari penduduk Yaman. Dua saudara sedarahnya juga ikut datang yaitu Abu Ruhm dan Abu Burdah. Orang-orang yang datang bersama beliau oleh Rasulullah disebut “al-Asy’ariun”(orang-orang Asy’ari).
Mengenai kisah hijrahnya, beliau berkata; “Kami keluar dari Yaman bersama 53 orang lebih dari kaumku. Suadaraku Abu Ruhm dan Abu Burdah juga ikut. Kami berlayar dengan prahu ke Najashy, Ethopia. Ternyata di sana sudah ada Ja’far dan sahabat-sahabat lain. Kemudian kami bertemu setelah selesai perang Khaibar. Kemudian Rasulullah berkata : “Kamu berhijrah dua kali, pertama ke Nahashy dan kedua hijrah kepadaku.”(HR.Bukhori Muslim). Sejak itulah Rasulullah sangat cinta padanya, dan juga kaumnya. Anehnya sebelum kedatangan beliau, Rasulullah berkata kepada para sahabat bahwa akan datang kepada kami besok suatu kaum hatinya sangat lembut. Besok harinya kedatangan mereka disambut meriah dengan saling berjabat tangan. Inilah sejarah pertama berjabat tangan dalam Islam.
Beliau adalah seorang faqih (ahli fiqh) dan sangat cerdas sehingga dapat memahami setiap persoalan yang muncul. Disebutkan bahwa beliau termasuk empat orang ahli hukum umat Islam. Umar, Ali, Abu Musa dan Zaid bin Tsabit. Tidak hanya itu, beliau juga penguasa yang sangat berani. Di medan perang, dengan beraninya beliau sanggup memikul beban dan tanggungjawab pasukan umat Islam. Hingga suatu ketika Rasulullah berkata, “Tuan para kesatria adalah Abu Musa.” Rasulullah pernah menugaskan beliau menjadi penguasa atau wali di kota Zabid dan Adnan.
Diantara para sahabat, beliau lah yang mempunyai suara bagus ketika membaca al-Qur’an. Kelembutan dan kehalusan suaranya membuat orang yang mendengarkan terharu dan teruhnya hatinya. Suaranya mampu menembus ke relung hati. Dari Abu Musa diceritakan bahwa Rasulullah berkata, “Wahai Abu Musa, kamu telah diberi seruling dari serulingnya (bagus suaranya) keluarga Daud.”(HR.Bukhori Muslim). Di hadits lain diceritakan, Anas berkata suatu hari malam beliau (Abu Musa) melakukan sholat malam. Bacaan al-Qur’an dalam sholatnya itu terdengar oleh istri-istri Rasulullah. Mereka pun bangun dan mendengarkan dengan baik. Ketika pagi-pagi beliau diberitahu bahwa istri-istri Rasul mendengar bacaannya.
Biasanya kalau Umar bin Khottob bertemu dengannya, beliau mesti diperintah untuk membaca al-Qur’an sembari berkata, “Wahau Abu Musa, kami rindu dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an.” Pada waktu Umar bin Khottob mengutus beliau untuk menjadi wali dan amir di Basrah pada tahun 17 Hijriah, beliau mengumpulkan penduduk Basrah sembari berkhutbah. “Amirul mukminin mengutusku untuk mengajarkan kepada kalian kitab Allah dan sunnah Rasul. Dan juga untuk membersihkan jalan kesesatan kalian.” Kota Asbahan dan Ahwaz ditaklukan pada masa Umar.
Pada masa kholifah Utsman beliau ditugaskan untuk menjadi wali di Basrah, tapi kemudian beliau mengundurkan diri. Setelah itu dipindah ke Kuffah. Pada waktu terjadi fitnah dan perselisihan antara Ali dengan Muawwiyah, beliau mengajak penduduk Basrah untuk memberikan dukungan kepada Ali.
Dan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Abu Musa telah berhasil mengatur administrasi wilayah Bashrah, juga berhasil didalam memimpin pasukan militernya. Merupakan suatu rahmat yang besar dari Allah terhadapnya dengan pertolongan-pertolongan-Nya melalui tangannya, sehingga ia mampu menaklukkan beberapa kota dan negeri, dan telah dimenangkan Allah dalam memerangi pemimpin-pemimpin “daulah Al-Farisiyah” dengan kecerdikkan dan ketajaman pemikirannya.
Pada akhir tahun 23 hijrah Amirul mu’minin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu meninggal terbunuh sebagai syahid, dan Abu Musa ketika itu sedang berada di Bashrah mengajar dan berjuang menyampaikan dakwah kepada Allah, namun walaupun demikian beliau telah mengetahuinya melalui ru’yah yang merupakan karamah yang telah Allah berikan kepadanya, sebagaimana yang telah dikeluarkan oleh Ibnu Sa’ad di Thabaqat dengan sanadnya dari Abu musa (lih. Hayatu As- Shohabah juz; 3 hal; 666).
Setelah dibai’atnya khalifah ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, beliau menbetapkan Abu Musa sebagai wali di Bashrah selama enam tahun, setelah lepas dari amanat ini banyak sekali cobaan-cobaan fitnah dan tantangan yang ia hadapi dalam menyampaikan syariat dan risalah Ilahi hingga masa kekhalifahan Ali radhiyallahu ‘anhu dan berakhir pada akhir hayatnya yaitu pada masa pemerintahan Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu.
Selama berjuang  bersama Rasulullah, beliau telah meriwayatkan kurang lebih 355 hadits. Diantara hadits riwayatnya, dari Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah membentangkan tangannya di malam hari untuk memberi ampunan bagi orang yang berbuat jahat di siang hari. Dan Allah bentangkan tangganya di siang hari untuk memberi ampunan bagi orang yang berbuat jahat di malam hari hingga matahari terbenam.”(HR.Muslim)
Suatu hari beliau berkata; “Ada dua hal yang dapat memutus dariku kenikmatan dunia; mengingat mati dan mengingat dosa dihadapan Allah.”
Beberapa kata hikmah dan petuah beliau;
“Ikutilah petunjuk al-Qur’an…jangan pernah merasa jemu untuk ikut,
Beliau wafat di Kuffah pada tahun 44 Hijriah.
Sebelum wafatnya beliau masih sempat memberikan peringatan dan nasehat buat anak-anak dan keluarganya agar selalu beriltizam terhadap sunnah Nabi . Dan merupakan suatu kemuliaan dari Allah terhadap keluarganya dengan menjadikan banyak dari anak-anak, cucu-cucu sampai pada keturunan-keturunannya menjadi ulama, qadhi dan perawi hadist, yang merupakan berkah dari do’a Rasulullah yang diterimanya dan berkah keikhlasannya.
Demikianlah perjalanan dari kehidupan seorang sahabat Rasulullah yang ahli ibadat, wara’, mujahid dan faqih, semoga kita semua dapat mengambil ibrah dari semua itu dan semoga Allah memberi hidayah kepada kita dalam melangkah tuk mencapai ridha-Nya serta mewafatkan kita dalam keadaan Iman dan Islam. Amin.
“Rabbana-ghfir lana wa li-ikhwanina allaziina sabaquuna bil-iimaan wala taj’al fi- quluubina ghillan lil-laziina a-manu Rabbana innaka Raufu-r- Rahiim”.

Ref:hilda amelia tangerang, Indonesiahttp://hildaamelia-hilda.blogspot.com/2011/09/abu-musa-al-asyari.html meref dari kitab -kitab berikut ini
1.       Rijaalu hawla ar-Rasul; oleh Khalid Muhammad Khalid.
2.       Hilyatu al-Awliya; oleh Al-hafidz Abu Na’im.
3.       Abu Musa Al-Asy’ariy (shohabah al-’alim, al-mujahid); oleh Abdul Hamid Mahmud Thohaziy


Selasa, 26 Februari 2013

SEBAB - SEBAB HUBUNGAN TIDAK SEHAT

Setiap pasangan berusaha menjaga hubungan cinta mereka agar tetap baik.

Namun, sebuah hubungan yang romantis sekalipun bisa kandas hanya karena kurangnya komunikasi antar pasangan.


Apakah hubungan cinta Anda mulai memburuk?

Jika Anda ingin menyelamatkan hubungan cinta Anda, kenali 9 tanda hubungan tidak sehat ini, dikutip dari Merdeka.

1. Ketidakjujuran dan kerahasiaan
Apakah Anda mencoba menutupi kebohongan dengan mengatakan sesuatu secara setengah-setengah padanya. Atau apakah Anda sedang naksir seseorang dan menyembunyikan status Anda? Ketidakjujuran dan kerahasiaan adalah tanda hubungan cinta tidak lagi sehat.

2. Perselingkuhan
Perselingkuhan adalah tanda bahwa seseorang tidak lagi memberikan cintanya utuh untuk pasangannya. Ia mulai membagi hatinya dengan orang lain. Hal itu jelas akan membuat pasangan Anda merasa diabaikan dan terluka. Selihai apa pun Anda menyembunyikan sebuah perselingkuhan, lambat laun itu akan terbongkar juga. Percayalah, itu hanya tinggal menunggu waktu saja.

3. Keinginan dan harapan
Apakah Anda memiliki keinginan atau harapan yang tidak berani Anda beritahukan kepada pasangan? Anda mungkin merasa ragu apakah dia mau menerima pengakuan Anda atau tidak. Namun, memendam perasaan justru akan merusak keharmonisan hubungan cinta. Pada akhirnya, Anda akan selalu merasa ada ganjalan yang sulit diungkapkan.

4. Kurangnya rasa hormat
Hubungan yang sehat didukung rasa saling hormat antar pasangan. Jika kedua pasangan sudah tak lagi menghormati pasangan mereka dan mulai mengungkit-ungkit kekurangan masing-masing, itu pertanda hubungan cinta mereka tak lagi sehat.

5. Seks
Pasangan suami-istri yang tak harmonis umumnya mengalami penurunan kepuasan seks. Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap kelanggengan hubungan pasangan. Penurunan gairah seks juga bisa menjadi indikator berkurangnya intensitas komunikasi dan rasa saling menghormati antar pasangan. Alhasil, mereka pun merasa tidak nyaman untuk berhubungan fisik satu sama lain. Ingat, sebuah hubungan yang harmonis membutuhkan dua hal yang mendasar, yakni komunikasi dan seksual.

6. Cemburu
Apakah Anda cemburu dengan prestasi yang didapatkan pasangan? Cemburu semacam ini bahkan lebih berbahaya dibanding cemburu akibat kedekatan pasangan dengan orang lain. Perasaan itu bisa membuat seseorang merasa tersisih dan bersikap sinis terhadap pasangannya.

7. Ketidakamanan
Apakah kedekatan pasangan Anda dengan seorang temannya mengancam Anda? Ketidakamanan adalah tanda bahwa Anda atau pasangan merasa hubungan kalian belum benar-benar kuat. Masih ada keraguan dan rasa was-was yang masih membayangi kalian.

8. Membandingkan
Tidak ada alasan untuk membandingkan pasangan dengan orang lain, baik itu dengan mantan atau teman sekalipun. Hal ini dapat merusak keharmonisan dan kepercayaan antar pasangan.

9. Diam
Sikap diam Anda bisa disalahartikan oleh pasangan. Apalagi jika itu terjadi tanpa ada alasan jelas yang diketahuinya. Ini adalah salah satu tanda bahwa hubungan cinta tidak lagi sehat. Komunikasi adalah hal penting yang dibutuhkan dalam membina hubungan cinta. Jika Anda atau pasangan diam, lalu siapa yang akan menyelesaikan masalah kalian.

Inilah sembilan hal yang menjadi indikasi menurunnya keharmonisan antar pasangan. Jangan biarkan Anda dan pasangan menjalani hubungan yang tidak sehat. Segera temukan solusi atas permasalahan yang Anda dan pasangan hadapi.

Lencana Facebook

Bagaimana Pendapat Anda Tentang Blog ini?

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

MOTTO

Kami tidak malu menerima saran & kritik anda...